alexametrics

Mudah Menghafal Ayat Alquran dengan Metode MST

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan suasana atau memberikan pelayanan terhadap peserta didik. Pada dasarnya peserta didik akan sangat tertarik dengan sesuatu yang baru,terutama dalam proses belajar mengajar. Agar peserta didik termotivasi dan antusias dalam pembelajaran maka dibutuhkan seorang guru yang kreatif dan inovatif serta mengadakan pembelajaran.

Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang ruang lingkupnya meliputi : keimanan, syariah, akhlak sejarah dan ayat-ayat Alquran, dan wabil khusus kompetensi dasar dalam ayat-ayat Alquran salah satu yang menjadi indikator pencapaian kompetensi adalah menghafal ayat-ayat Alquran.

Di dalam menghafal ayat-ayat Alquran kita ingat bahwa potensi, karakter peserta didik memiliki perbedaan. Apabila potensi peserta didik dirangsang, kemauan peserta didik untuk aktif akan muncul. Di tingkatan skolah menengah, meskipun metode pembelajaran beragam maka salah satu solusi adalah menggunakan metode peer teaching metod atau metode mengajar sesama teman yang disingkat MST.

Baca juga:  Pembelajaran Mengenal ASEAN dengan Roda Putar

Metode mengajar sesama teman merupakan teknik menyampaikan materi ajar melalui rekan atau bantuan teman sendiri (Isman :2016). Sedangkan menurut Yamin (2007:148) yang menyatakan bahwa mengajar sesama teman adalah metode yang memanfaatkan peserta didik yang telah berhasil untuk melatih temanya dan ia bertindak sebagai pelatih dan pembimbing peserta didik yang lain. Dari kedua pendapat tersebut dapat penulis simpulkan bahwa metode mengajar sesama teman adalah teknik mengajar atau menyampaikan materi melalui rekan atau bantuan teman terutama dalam hafalan ayat dengan memanfaatkan teman yang telah kuat dalam hafalanya (dhobit) untuk membantu teman yang kurang hafalanya.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam metode mengajar sesama teman adalah sebagai berikut: pertama, topik,tujuan dan langkah kegiatan dalam pembelajaran harus dijelaskan terlebih dahulu oleh guru. Kedua, membagi kelompok atau pasangan sesuai dengan jenis kelamin dalam satu bangku. Ketiga, dalam pasangan tersebut peserta didik menghafalkan secara bergantian. Keempat, setelah merasa kuat dalam hafalan tersebut saling kroscek. Kelima guru mengadakan penilaian hafalan.

Baca juga:  Reciprocal Learning dalam Penguasaan Kegiatan Ekonomi

Dengan menggunakan MST, terutama dalam hafalan ini, ternyata motivasi belajar peserta didik dapat meningkat. Kualitas dalam proses pembelajaran dapat ditingkatkan, interaksi sosial antar peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkat, Peserta didik dalam berpikir ke tingkat yang lebih tinggi yakni hafalan yang kuat dari ayat Alquran menjadi terdorong, ketrampilan menghafal dalam kerja pasangan dapat berkembang. Rasa tanggung jawab peserta didik untuk belajar mandiri meningkat setelah mendapat bantuan dari temannya.

Seperti yang telah penulis lakukan di SMA N 2 MKranggen, Kabupaten Demak. Mereka terlihat lebih enjoy karena yang menjadi pelatihnya adalah teman karib sehingga kesabarannya luar biasa dalam membimbingnya. Dan waktunya bebas sesuai dengan kesepakatan pasangan, kadang di jeda pelajaran kosong atau waktu istirahat mereka dengan sengaja memanfaatkan untuk menghafalkanya.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Berbicara dengan Role Playing

Dengan demikian metode peer teaching metod atau MST yaitu metode mengajar sesama teman merupakan metode yang dapat mempermudah dan efektif serta efesien dalam menghafalkan ayat-ayat Alquran. (gm2/ton)

Guru SMA N 2 Mranggen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya