alexametrics

Lebih Dekat dengan Makanan Tradisional lewat Mapel Produk Cake dan Kue Indonesia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Produk cake dan kue Indonesia (PCKI) merupakan salah satu mata pelajaran dalam kurikulum sekolah menengah ejuruan khususnya kompetensi keahlian Tata Boga. PCKI diajarkan di SMK selama empat semester. Dalam aplikasinya, mata pelajaran tersebut terdapat beberapa materi yang berisi olahan cake dan kue Indonesia dari berbagai bahan dasar dan bahan tambahan yang ada di Indonesia serta diolah dengan berbagai teknik pengolahan.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman pangan, mulai makanan tradisional hingga makanan olahan baru atau yang dikenal dengan istilah makanan kekinian. Menurut Prof. Murdijati Gardjito, guru besar Teknologi Pangan dari UGM, makanan tradisional adalah makanan yang diolah dari bahan pangan hasil produksi setempat. Dengan proses yang telah dikuasai masyarakat dan hasilnya adalah produk yang citarasa, bentuk dan cara makannya dikenal, digemari, dirindukan, bahkan menjadi penciri kelompok masyarakat tertentu. (http://makanantradisionalsehat.wg.ugm.ac.id).

Makanan tradisional bukan berarti makanan yang berusia tua, tetapi makanan tersebut telah mengakar di tengah-tengah masyarakat dan dikenal luas, baik citarasa maupun bentuknya.
Sekarang ini berbagai macam makanan banyak ditawarkan dipasaran online dan offline di Indonesia baik makanan tradisional, makanan olahan baru atau yang dikenal dengan makanan kekinian. Bahkan makanan dari negara tetangga yang juga semakin merakyat di kalangan anak-anak muda.

Baca juga:  Metode BKK Atasi Masalah Mapel Produktif

Rata-rata anak zaman sekarang lebih mengenal dan menikmati makanan kekinian dan makanan yang berasal dari negara tetangga dibandingkan makanan tradisional. Jika ditanya apa saja makanan tradisonal Indonesia tentu akan ada deretan nama makanan yang banyak sekali. Namun saat pertanyaan tersebut diutarakan kepada siswa SMK Negeri 1 Sayung, ternyata masih ada beberapa makanan tradisional lokal yang belum mereka ketahui. Beberapa di antara mereka tidak mengetahui makanan tradisional tersebut karena tidak banyak yang memproduksi bahkan sudah langka di pasaran.

Tata boga merupakan salah satu kompetensi keahlian di SMK yang banyak diminati dan sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Tidak sedikit lulusan tata boga yang sudah sukses di berbagai tempat kerja baik sebagai karyawan perusahaan maupun wirausaha. Di dalam kompetensi keahlian Tata Boga diajarkan mulai dari persiapan, proses memasak, penyajian hingga pelayanan makanan. Anak-anak muda khususnya siswa SMK Tata Boga menjadi sasaran penulis selaku guru tata boga untuk kita kenalkan lebih dekat dengan makanan tradisional Indonesia melalui mata pelajaran produk cake dan kue Indonesia. Harapannya anak-anak lebih mengenal dan mencintai makanan tradisional Indonesia yang masih di produksi oleh beberapa orang bahkan makanan yang sudah hampir tidak ada di pasaran.

Baca juga:  Flipped Method dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Masa Pandemi Covid-19

Hal ini dapat kita persiapkan mulai dari pemilihan materi praktik makanan tradisional yang ada dan tentunya sesuai dengan kurikulum yang berlaku sekarang.
Guru sangat berperan dalam menerapkan materi yang ada dalam mata pelajaran PCKI. Dalam praktiknya guru bisa mengaplikasikan beberapa jenis produk cake dan kue Indonesia baik yang tradisional maupun produk kekinian. Selama pelaksanaan praktik mata pelajaran PCKI yang dilaksanakan selama kurang lebih 400 jam pelajaran ini, ternyata masih banyak siswa yang belum pernah menikmati beberapa makanan tradisional Indonesia dan ada juga yang belum tahu proses pembuatannya.

Sehingga selama praktik tersebut siswa semakin semangat dan penasaran dengan produk cake dan kue tradisonal Indonesia. Harapannya melalui mata pelajaran produk cake dan kue Indonesia, anak-anak muda khususnya siswa Tata Boga SMK Negeri Sayung bisa lebih mengenal, mempertahankan dan bahkan bisa memproduksi makanan tradisional Indonesia. Sehingga makanan tradisional Indonesia lebih dikenal lagi bukan hanya masyarakat Indonesia namun bisa dikenal secara internasional. (on1/lis)

Baca juga:  Pemanfaatan Google Classroom untuk Pembelajaran di Sekolah

Guru Tata Boga SMK Negeri 1 Sayung, Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya