alexametrics

Think, Pair, dan Share Dongkrak Minat dan Hasil Belajar Matematika

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATERI Statistika adalah salah satu kompetensi dasar mata pelajaran Matematika yang dipelajari oleh peserta didik kelas VIII semester genap SMPN 2 Lebaksiu Kabupaten Tegal. Selama pembelajaran berlangsung, sebagian besar peserta didik kurang aktif secara komunikasi. Guru cenderung tidak mempersoalkan kemampuan komunikasi pada proses pembelajaran, sehingga muncul anggapan bahwa kemampuan komunikasi tidak dapat dibangun pada mata pelajaran matematika. Akibatnya, guru jarang memberi kesempatan peserta didik untuk mengemukakan pendapat atas jawabannya. Peserta didik juga tampak tidak termotivasi untuk memahami lebih lanjut. Oleh karena itu, penulis berupaya menumbuhkan minat belajar peserta didik pada pelajaran matematika.

Menurut WS Winkel (1989:105), minat dapat diartikan sebagai kecenderungan subjek yang menetap, untuk dapat merasa tertarik pada suatu bidang atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang untuk mempelajari materi itu. Rumusan ini juga dikemukakan Slameto (1986:182) bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Guru perlu meningkatkan minat dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan tipe TPS (Think-Pair-Share) yang berarti berpikir-berpasangan-berbagi.
Model pembelajaran TPS merupakan jenis pembelajaran yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik dengan memberi penekanan pada penggunaan struktur tertentu (Trianto 2011:81). Struktur ini menghendaki peserta didik untuk bekerja sama dalam kelompok kecil (2-4 anggota). Model TPS mendorong peserta didik untuk berpikir, memberi kesempatan mereka untuk memutuskan sesuatu, dan mengekspresikan pemikiran mereka. Guru memberikan waktu untuk berpikir suatu persoalan (think), berdiskusi dengan mitra atau pasangannya (pair), dan berbagi hasil diskusi (share). Ketika peserta didik berdiskusi (pair) dan berbagi (share) terjadi komunikasi dan interaksi secara aktif.

Baca juga:  Metode Mind Mapping Permudah Menulis Teks Descriptive

Langkah pembelajaran menggunakan model TPS sebagai berikut, pertama, guru melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, memotivasi peserta didik, dan menjelaskan materi tentang statistika. Kedua, guru mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi statistika. Ketiga, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memikirkan (think) jawaban dari pertanyaan yang disampaikan guru. Guru meminta peserta didik untuk menuliskan hasil pemikirannya masing-masing. Keempat, guru mengorganisasikan peserta didik untuk berpasangan dan memberi kesempatan berdiskusi (pair) dengan saling bertukar jawaban. Guru memotivasi peserta didik untuk berinteraksi secara aktif. Kelima, guru meminta peserta didik untuk berbagi (share) jawaban dengan mempresentasikan pemecahan masalah secara individual atau berpasangan di depan kelas. Keenam, guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi hasil belajar materi lingkaran dengan model pembelajaran TPS.

Baca juga:  Matematika Asyik dengan Model Cooperatif Learning Jigsaw

Pembelajaran matematika melalui penerapan model TPS terbukti menghasilkan minat dan hasil belajar peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme dan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penerapan model TPS dapat lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi (communication) peserta didik. Selain itu, peserta didik juga termotivasi untuk belajar matematika. (ips2/ida)

Guru Matematika SMP Negeri 2 Lebaksiu Kabupaten Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya