alexametrics

Tingkatkan Self Efficacy Karir Siswa dengan Cinema Therapy

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Masa remaja merupakan salah satu fase perkembangan dari perkembangan kehidupan individu, fase ini terjadi pada masa transisi atau peralihan dari masa anak–anak menuju masa dewasa. Menurut Harlock (2009:207) masa remaja merupakan masa yang sangat berhubungan pada penentuan kehidupan di masa depan, karena perilaku dan aktivitas yang dilakukan pada masa remaja menjadi masa awal dalam mengukir kehidupan yang lebih baik di masa depan mereka.

Ditinjau dari tahap perkembangan karir menurut Super dan Jordaan (John Milton Dillard, 1985:20 dalam Yusuf, 2011:84) remaja usia 15–17 tahun memasuki tahap tentatif dan transisi. Remaja mulai memperhitungkan dan mempertimbangkan kebutuhan minat, kapasitas, nilai–nilai dan kesempatan. Individu mulai berusaha untuk memperoleh karir, memutuskan karir dan siap masuk ke dunia kerja. Bila individu telah memiliki kesiapan untuk membuat perencanaan karir maka individu telah mencapai kematangan karir.

Baca juga:  Pengaruh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terhadap Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Politik

Kematangan karir seseorang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal individu. Salah satu faktor yang mempengaruhi kematangan karir adalah self efficacy. Menurut Santrock (2007) self efficacy adalah kepercayaan seseorang atas kemampuannya dalam menguasai situasi dan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan. Semakin tinggi self efficacy karir seseorang maka semakin tinggi motivasi yang dimilikinya dan akan lebih keras untuk berusaha dalam mencapai karirnya. Namun sebaliknya semakin rendah self efficacy seseorang, maka semakin rendah pula motivasi dan usaha untuk mencapai karirnya sehingga mudah putus asa dan menyerah.

Di SMP Negeri 23 Semarang masih banyak siswa kelas 9 yang masih bingung dalam menentukan karirnya. Bahkan ada beberapa siswa yang belum memikirkan sekolah lanjutan mana yang akan dipilih. Wawasan tentang sekolah lanjutan sudah diberikan, tetapi motivasi mereka untuk memperjuangkan masa depan mereka masih sangat rendah.

Baca juga:  Ayo Mendasari Kondipos pada Usia Remaja Awal

Dengan adanya permasalahan seperti itu guru BK mencoba untuk meningkatkan self efficacy karir siswa kelas 9 melalui layanan bimbingan kelompok dengan cinema therapy. Cinema therapy adalah proses menggunakan film dalam terapi sebagai metafora untuk meningkatkan pertumbuhan dan wawasan klien (Suarez (dalam Michael: 2006). Bimbingan kelompok dengan memanfaatkan media cinema therapy dapat mengajak siswa mengeksplorasi dan memahami alur cerita dari karakter tokoh untuk membangkitkan semangat di alam bawah sadarnya sampai pada pemaknaan dari film yang telah dilihat. Dari pemaknaan film yang dilihat dapat memberikan inspirasi bagi penonton sebagai sarana untuk meningkatkan self efficacy karir siswa.

Kriteria film yang digunakan dalam bimbingan kelompok ini meliputi pengalaman sukses orang lain, kegigihan dalam mencapai tujuan, kerja keras dan tetap semangat dalam menghadapi hambatan sebuah tujuan dan yang lainnya. Seperti yang diungkapkan Stipek (dalam Retno Wulansari, 2001) bahwa untuk meningkatkan self efficacy karir siswa ada beberapa hal yang dapat digunakan, salah satunya yaitu menyediakan model yang bersifat positif seperti adult dan peer. Melalui layanan bimbingan kelompok dengan cinema therapy sebagai media diskusi untuk meningkatkan self efficacy karir siswa, diharapkan siswa dapat menemukan kekuatan yang sebenarnya dalam dirinya. (gm1/ton)

Baca juga:  Meningkatkan Resiliensi melalui Konseling Kelompok Rasional Emotif

Guru BK SMP Negeri 23 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya