alexametrics

STAD Tingkatkan Keaktifan Belajar Program Linear

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Program linear adalah suatu cara untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan persamaan atau pertidaksamaan linear yang mempunyai banyak penyelesaian dengan memperhatikan syarat-syarat agar diperoleh hasil yang maksimum/ minimum. Tentu saja ketika kita salah dalam menyusun persamaan atau pertidaksamaan linear,maka hasil yang kita peroleh juga salah.Hal inilah yang membuat siswa kesulitan mengerjakan soal program linear. Demikian juga yang dialami siswa SMA Negeri 1 Geyer, Kabupaten Grobogan, yang mengalami kesulitan mengerjakan soal program linear. Karena selain harus memahami konsep-konsep dasar program linear, siswa juga harus memahami konsep persamaan linear maupun pertidaksamaan linear.

Untuk materi program linear ini, jika sudah memahami konsepnya, maka dengan mudah dapat menyelesaikan beragam soal berkaitan dengan program linear. Oleh sebab itu, akan tepat jika pembelajaran pada program linear subpokok bahasan soal cerita program linear disajikan dengan menggunakan metode yang memberikan siswa kesempatan untuk berdiskusi, tetapi tidak dalam kelompok yang besar, sehingga dalam kelompok tersebut semua siswa dapat aktif dan diharapkan prestasi belajar siswa dapat meningkat.

Baca juga:  Senangnya Belajar Matematika dengan Reward

Salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran trigonometri di sekolah misalnya model pembelajaran kooperatif tipe STAD ( Student Teams Achievement Division) yaitu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan peserta didik untuk bekerjasama dalam kelompok-kelompok belajar selama satu pokok bahasan. Proses belajar mengajar menggunakan model pembelajaran kooperatif, di harapkan menghasilkan peserta didik aktif dan bisa bekerjasama dalam satu kelas sehingga siswa mampu menguasai materi pelajaran dalam materi trigonometri

Menurut Trianto (2009 : 68 ) pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 siswa secara heterogen, yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin dan suku. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran,penyampaian materi,kegiatan kelompok,kuis, dan penghargaan kelompok.

Baca juga:  Mengidentifikasi Sifat Bangun Ruang Sederhana dengan Metode Mind Map

Tahapan pembelajaran tipe STAD materi program linear adalah pertama, membentuk kelompok yang anggotanya 4-5 0rang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll). Kedua, guru menyajikan pelajaran materi program linear. Ketiga, guru memberi tugas kepada kelompok materi program linear untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti materi program linear dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Keempat, guru memberi kuis/pertanyaan materi program linear kapada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. Kelima, guru memberi evaluasi dan kesimpulan.

Keuntungan pembelajaran tipe STAD adalah dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan kemampuan bertanya dalam membahas suatu masalah, dapat memberikan kesempatan secara luas kepada siswa mengenai suatu kasus atau masalah, dapat mengembangkan bakat kepemimpinan, keterampilan berdiskusi, menghargai pendapat temannya dan siswa lebih aktif berpartisipasi dalam memecahkan masalah, dan terlaksananya pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Baca juga:  Peranan Media Gambar dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran PPKn

Dari penerapan pembelajaran tipe STAD dapat dilihat keaktifan siswa meningkat. Mereka saling bekerja sama dalam kelompoknya untuk memecahkan masalah. Mereka berdiskusi untuk memecahkan soal program linear yang sulit. Soal program linear yang sebelumnya sulit akan mudah dipecahkan bila dikerjakan secara gotong royong bersama-sama.

Kelemahan metode tipe STAD antara lain dalam pelaksanaan di kelas membutuhkan waktu yang relatif lebih lama. Guru banyak membutuhkan persiapan. Siswa yang aktif kebanyakan siswa yang pandai. Meskipun ada kelemahan metode STAD tetap bisa digunakan dengan memilih materi yang tepat disesuaikan dengan alokasi waktu dan indikator yang akan dicapai. (dj2/aro)

Guru Matematika SMA Negeri 1 Geyer, Kabupaten Grobogan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya