alexametrics

Cerdas, Ceria dan Berkarakter dengan Snowball Throwing

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Materi PAI dan Budi Pekerti kelas 5 semester 2 SDN Kebumen 01 terdapat KD mengetahui kisah keteladanan Luqman sebagaimana terdapat dalam Alquran. Tujuan dalam pembelajaran ini, tidaklah sebatas tataran kognitif saja, akan tetapi lebih pada value serta pendidikan karakter yang dapat diteladani dari Luqman, yaitu seorang muslim yang taat beribadah, memiliki pengetahuan luas dan memiliki perasaan yang halus.

Peran guru yang aktif serta model pembelajaran merupakan faKtor yang menentukan keberhasilan pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI. Guru harus cerdas dalam memilih model dan strategi dalam proses belajar mengajar tentunya disesuaikan dengan materi dan keadaan peserta didik sehingga tujuan dalam pembelajaran.

Model pembelajaran Snowball Throwing terbukti efektif dalam upaya pembentukan karakter positif (akhlak yang mahmudah) serta menciptakan kondisi pembelajaran yang aktif, melejitkan kecerdasan peningkatan prestasi peserta didik serta tercipta keceriaan dalam pembelajaran. Snowball Throwing merupakan salah satu metode pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan pendekatan kontekstual (CTL). Secara bahasa snowball throwing berarti ”bola salju bergulir”, merupakan pembelajaran kooperatif yang didesain seperti permainan melempar bola. Prosesnya yaitu membagi peserta didik di dalam beberapa kelompok yang heterogen, masing – masing anggota kelompok membuat bola pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) kemudian dilemparkan ke siswa lain yang masing – masing menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman Siswa dengan Model Pendekatan Taktis

Langkah – langkah pembelajaran snowball throwing dalam pembelajaran PAI materi kisah keteladanan Luqman sebagaimana terdapat dalam Alquran: (1) Guru menyampaikan materi tentang materi kisah keteladanan Luqman, nasehat – nasehat Luqman kepada anaknya. (2) Guru membentuk kelompok belajar dan menugaskan masing – masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. (3) Masing – masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya kemudian menjelaskan materi yang disampaikan guru. (4) Masing – masing peserta didik diberi kertas, menuliskan 1 pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang disampaikan oleh ketua kelompok, kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 15 menit. Setelah peserta didik mendapatkan 1 bola berisi 1 pertanyaan tentang keteladanan Luqman, berikan kesempatan kepadanya untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. (5) Guru memfasilitasi, mengevaluasi jawaban peserta didik, memberikan apresiasi kepada peserta didik, melakukan kesimpulan, klasifikasi tindak lanjut.

Baca juga:  Kreativitas Guru PAI Penentu Semangat Belajar Siswa

Setelah pembelajaran peserta didik lebih cepat memahami materi keteladanan Luqman, sedangkan dalam kehidupan bermasyarakat peserta didik lebih menghargai orang lain (rendah hati), bersifat amanah, menyampaikan pesan kepada orang lain. Metode pembelajaran ini untuk merangsang kreatifitas dalam membuat soal sekaligus menguji daya serap materi, merupakan pembelajaran efektif, yaitu belajar mengetahui (learning to know), belajar bekerja (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be). (gm1/ton)

Guru PAI SD Kebumen 01, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya