alexametrics

Motivasi dan Hasil Belajar Sistem Gerak Meningkat dengan PBL

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Untuk mencapai tujuan mata pelajaran IPA, salah satu faktor penting adalah motivasi belajar siswa. Menurut Mc.Donal dalam Sardiman (2013) motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “Feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Fakta yang terjadi di kelas VIII H SMP Negeri 5 Semarang dari 32 siswa sebanyak 21 siswa (65,62 %) mendapat nilai dibawah batas KKM (≤ 79) dan hanya 11 siswa (34,38 %) yang memenuhi KKM. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar IPA klas VIII H masih rendah.

Kurangnya motivasi belajar IPA timbul karena sebagian besar siswa menganggap pelajaran IPA yang kurang menyenangkan dan sulit dipahami. Hal tersebut berkaitan dengan proses pembelajaran yang terjadi di kelas. Pembelajaran yang dilakukan di kelas masih monoton, strategi pembelajaran kurang bervariasi serta didominasi oleh metode ceramah sehingga proses pembelajaran hanya berpusat pada guru dan siswa menjadi kurang aktif dan bosan.

Baca juga:  Pengembangan E-Learning GCR Tingkatkan Hasil Belajar IPS

Berdasarkan latar belakang diatas, maka pada saat penulis masih bertugas mengajar di SMP Negeri 5 Semarang mengadakan Penelitian Tindakan Kelas untuk memperbaiki proses pembelajaran IPA di kelas VIII H pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. PTK dilakukan dalam dua siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, kuisioner dan tes siklus.

Indikator penelitian ini adalah penerapan PBL dikatakan berhasil apabila siswa mencapai nilai ketuntasan belajar ≥ 79 dengan persentase 80 %; sikap siswa mencapai 70 % yang termasuk kategori tinggi; dan motivasi belajar siswa mencapai 70 % yang termasuk kategori tinggi.

Baca juga:  Evaluasi Pembelajaran Tematik Lebih Menarik dengan Quizizz

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa kategori tinggi meningkat dari 34,38% pada siklus I menjadi 71,87% pada siklus II, sedangkan persentase motivasi belajar kategori sedang mengalami penurunan dari 65,63% pada siklus I turun menjadi 28,13% pada siklus II. Motivasi belajar kategori tinggi mengalami peningkatan karena siswa mulai tertarik belajar IPA, keinginan siswa untuk berhasil mulai muncul seperti berusaha memperhatikan penjelasan guru, berperan aktif dalam kegiatan diskusi, berusaha mengerjakan tugas yang diberikan. Siswa juga merasa adanya kebutuhan untuk memperoleh nilai belajar sehingga berusaha mempelajari kembali materi yang sudah diberikan. Peningkatan hasil belajar kategori tinggi ini menunjukkan bahwa siswa mulai bisa menerima dan melaksanakan pembelajaran model PBL dengan baik sehingga siswa tidak merasakan kesulitan lagi saat merumuskan dan menyelesaikan masalah. Pujian yang diberikan guru membuat siswa menjadi lebih bersemangat karena merasa lebih dihargai. Hasil ini sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu 70% siwa memiliki motivasi belajar termasuk kategori tinggi.

Baca juga:  Belajar Jenis-Jenis Daun melalui Observasi Lingkungan Sekolah

Hasil belajar ranah kognitif juga mengalami peningkatan. Siswa tidak tuntas belajar mengalami penurunan dari 37,5% (12 siswa) pada siklus I, menjadi 3,12% (1 siswa) pada siklus II. Siswa tuntas belajar mengalami kenaikan dari 62,5 % (20 siswa) pada siklus I, menjadi 96,88 % (31 siswa) pada siklus II, dan sudah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu siswa mencapai nilai ketuntasan belajar ≥ 79 dengan persentase sebesar 80 %. (ips1/ton)

Guru IPA SMP Negeri 21 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya