alexametrics

Kelola Sekolah dengan Manajemen Kewirausahaan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEBAGIAN besar sekolah masih melaksanakan pembelajaran daring di era pandemi covid-19. Kesibukan penulis sebagai kepala sekolah saat ini adalah memantau, memberikan spirit dan mendorong guru-guru untuk melaksanakan pembelajaran daring dengan inovasi yang menyenangkan.

Di zaman teknologi, informasi dan komunikasi sekarang ini, kepala sekolah dengan kreativitas dan inovasinya harus dapat mendorong guru menciptakan proses belajar mengajar yang dinamis. Yakni dengan kemampuan mengadopsi berbagai model atau metode pembelajaran di era new normal. Mengoptimalkan berbagai sumber daya di SDN Tambakaji 03.

Sesuai pasal 15 Permendikbud nomor 6 tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah sebagai berikut, “beban kerja kepala sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan.” Kewirausahaan dalam persekolahan, tidak harus diartikan dengan kegiatan yang mampu menghasilkan keuntungan bagi sekolah secara materiil (berupa uang). Kepala sekolah yang memiliki jiwa kewirausahaan akan menghitung kelemahan dan kelebihan yang dimiliki menjadi modal awal sekolahnya. Dengan modal awal tersebut, kepala sekolah mendayagunakan untuk kemajuan sekolah. Contoh, peserta didik yang besar merupakan kekuatan (strenght) bagi sekolah. Orang tua peserta didik bisa dijadikan investor dengan memberikan support baik secara materiil maupun spiritual. Dalam sekolah yang kokoh, lahan kepala sekolah di antaranya adalah guru, siswa dan orang tua, serta masyarakat.

Baca juga:  Manajemen Strategik, Perlukah bagi Lembaga PAUD?

Dari prinsip-prinsip kewirausahaan tersebut, penulis gunakan untuk meningkatan kompetensi guru dalam melaksanakan inovasi di SDN Tambakaji 03. Penulis mendorong guru untuk menciptakan proses belajar mengajar yang dinamis dengan sistem daring. Koordinasi selalu penulis lakukan supaya dalam pelaksanaan pembelajaran daring tepat sasaran.

Di samping mengomunikasikan ide/gagasan, penulis juga memberdayakan tutor sebaya yaitu sesama guru untuk saling share dengan apa yang menjadi kesulitannya. Dengan kemampuan mengadopsi berbagai model atau metode pembelajaran daring yaitu Google Classroom, Google Form dan Video Call, serta Web Cam. Pesan moral juga selalu diselipkan untuk mengingatkan siswa supaya selalu berbuat baik kepada semua orang di sekitarnya. Inovasi pembelajaran harus terus dilakukan supaya siswa di rumah mendapatkan asupan materi dari guru, tanpa harus menunggu tatap muka. Misalnya dalam hal membaca permulaan, guru dapat menggunakan metode iqra. Teknik pelaksanaan secara daring melalui metode iqra klasikal dan dilanjutkan iqra sorogan. Iqra klasikal disampaikan bersama-sama dan iqra sorogan dilaksanakan secara personal. Sehingga kemampuan membaca permulaan siswa akan mengalami perkembangan yang pesat. Disamping itu dalam hal berhitung, guru dapat menggunakan metode berhitung jaritmatika atau rimagic. Penulis mengadakan kompetisi yang sehat di sekolah, untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja guru. Di samping itu, guru SDN Tambakaji 03 saat ini mengikuti kegiatan pemenuhan angka kredit melalui workshop, seminar maupun diklat. Hampir seluruh guru PNS mengikuti kegiatan penulisan artikel ilmiah popular.
Akhirnya memberdayakan lahan tidur di sekolah merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan guna meningkatan kinerja dan dedikasi guru terhadap kewajiban yang menjadi tupoksinya (tugas pokok dan fungsinya) secara sungguh-sungguh. Dengan perencanaan, pelaksanaan, monitor sesuai rel yang ada, semuanya berjalan dengan kondusif. (ips1/ida)

Baca juga:  Menekuni Pekerjaan dengan Perilaku Kerja Prestatif

Kepala SDN Tambakaji 03 Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya