alexametrics

Belanja Kompetensi Aktifkan Pembelajaran PPKn

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran pada hakekatnya mengembangkan aktivitas dan kreatifitas siswa melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Keaktifan belajar siswa merupakan unsur penting bagi keberhasilan proses pembelajaran. Keaktifan adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat dan berfikir sebagai suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan (Sardiman, 2014).

Strategi pembelajaran masih ada yang didominasi oleh guru sedangkan peserta didik pasif mendengarkan dan mengerjakan sesuai pertanyaan yang telah dibuat oleh guru. Metode yang digunakan untuk mengajar yaitu metode konvensional yaitu ceramah dengan sedikit diselingi tanya jawab. Peserta didik hanya mencatat dan mengerjakan yang dituliskan oleh guru dan mencoba memahami sendiri. Metode seperti ini yang menyebabkan peserta didik menjadi cepat bosan dan mengantuk saat pelajaran. Ketika guru memberi kesempatan bertanya siswa hanya diam dan kadang menjawab tidak ada pertanyaan, demikian pula ketika proses pembelajaran sedang berlangsung. Hal inilah yang dialami dalam proses pembelajaran PPKn di SMP Negeri 29 Semarang.

Baca juga:  Video Pembelajaran Gairahkan Motivasi Belajar IPA

Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dalam proses pembelajaran PPKn menerapkan pembelajaran kooperatif dengan nama Belanja Kompetensi. Belanja Kompetensi yang dimaksud adalah pemerolehan barang melalui aktivitas pemilihan sehingga mempunyai kemahiran (keterampilan), pengetahuan dan sebagainya untuk mengerjakan apa yang diperlukan.

Pembelajaran Belanja Kompetensi diterapkan pada kompetensi dasar Perumusan dan Pengesahan UUD NRI Tahun 1945 yang diawali setiap siswa membuat satu buah pertanyaan sesuai dengan materi pelajaran, ditulis di kertas post it. Pertanyaan dalam kertas post it inilah yang dinamakan kompetensi. Untuk berbelanja setiap siswa harus membuat satu pertanyaan tentang nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Guru membuat tanda gambar yang melambangkan sila Pancasila sesuai jumlah siswa di kelas. Kegiatan Belanja Kompetensi dimulai dengan siswa mempelajari materi, membuat satu pertanyaan yang ditulis di kertas post it. Siswa yang telah selesai membacakan soal di depan kelas agar sesuai dengan materi dan tidak ada pertanyaan yang sama. Setelah membaca soal maka mengambil tanda gambar dan membuat pertanyaan tentang penerapan nilai-nilai Pancasila tersebut. Langkah berikutnya adalah kegiatan belanja dengan cara membeli soal dari teman lain dan menjawab pertanyaan penerapan nilai-nilai Pancasila yang diajukan oleh pembuat soal. Jika menjawab benar maka kertas soal tersebut diberikan, jika menjawab salah maka harus belanja lagi kepada siswa lainnya. Setelah selesai belanja kompetensi maka siswa berkelompok sesuai dengan sila Pancasila yang dijawabnya ketika melakukan belanja. Tiap kelompok berdiskusi menyelesaikan tugas dan mempresentasikan dalam bentuk display. Tiap kelompok dituntut mengembangkan sikap sosial, kreatifitas dan kerjasama yang baik agar hasil kerja dan display benar dan menarik.

Baca juga:  Model Discovery Learning Tingkatkan Keaktifan Belajar PPKn

Kegiatan Belanja Kompetensi ini membuat siswa sangat aktif karena harus membuat pertanyaan dengan cepat dan tepat serta harus dapat menyelesaikan semua tugas yang harus diselesaikannya. Siswa dituntut secara individu maupun kelompok memiliki keaktifan dan kreatifitas yang tinggi agar memperoleh hasil yang maksimal pada hasil belajarnya. (ips1/ton)

Guru PPKn SMPN 29 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya