alexametrics

Pembelajaran Make A Match Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MASALAH pendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang cukup kompleks. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah guru. Keberhasilan proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh faktor guru. Seorang guru harus bisa memberikan yang terbaik bagi siswanya. Tugas guru adalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui interaksi komunikasi dalam proses belajar mengajar.

Keberhasilan guru dalam menyampaikan meteri sangat tergantung pada kelancaran interaksi komunikasi antara guru dengan siswa. Ketidaklancaran komunikasi akan membawa dampak terhadap pesan yang disampaikan. Memang pendidikan bukan melulu penerapan teori belajar dan pembelajaran di ruang kelas. Tetapi pendidikan merupakan ikhtiar yang kompleks untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, mulai dari berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru, penyempurnaan kurikulum, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, sampai peningkatan mutu manajemen sekolah. Akan tetapi, indikator ke arah mutu pendidikan yang diharapkan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Baca juga:  Mudah Pahami Materi Mutasi dengan Kartu bergambar

Model pembelajaran yang dipakai oleh guru, kebanyakan metode ceramah. Metode ini, sudah tidak relevan. Metode ini sering membuat siswa kurang paham dengan yang diajarkan guru. Bahkan, siswa merasa bosan dengan suasana yang kurang menarik.

Namun, dengan adanya model-model pembelajaran yang baru, diharapkan mampu menciptakan suasana yang menarik dan menyenangkan dan menjadikan siswa lebih aktif. Tentu dapat memberikan pemahaman kepada siswa terhadap pelajaran yang disampaikan guru. Siswa pun mudah mengingat pelajaran yang disampaikan guru. Aktivitas siswa yang lebih dominan, akan membuat siswa merasa nyaman dan mudah memahami maupun mengingat pelajaran yang disampaikan.

Model pembelajaran Make A Match atau mencari pasangan merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Langkah-langkah penerapannya sebagai berikut, a) guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, satu bagian kartu soal dan bagian yang lainnya kartu jawaban. b) Setiap siswa mendapatkan satu kartu yang bertuliskan soal maupun jawaban. c) Tiap siswa memikirkan jawaban maupun soal dari kartu yang siswa pegang. d) Setiap siswa mencari pasangan yang cocok dengan kartunya. Misalnya pemegang kartu yang bertuliskan nama tulang panjang dalam bahasa Indonesia akan berpasangan dengan kartu yang bertuliskan nama tulang panjang dengan bahasa latin (ilmiah). e) Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu yang ditentukan akan diberi poin. f) Jika ada siswa yang tidak dapat mencocokkan kartunya atau tidak dapat menemukan pasangannya, maka akan diberi hukuman sesuai dengan kesepakatan bersama. g) Setelah satu babak, kartu dikocok kembali agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.

Baca juga:  Asyik Pelajari Nada-Nada dengan Tutorial Penangkal Fals

Pada saat dilaksanakan model pembelajaran Make A Match, suasana pembelajaran menjadi lebih hidup, peserta didik menjadi lebih senang dengan suasana yang baru. Karena di samping belajar, mereka juga bisa bermain sehingga akhirnya dapat memperoleh hasil yang maksimal. (igi2/ida)

Guru Biologi SMAN 1 Wonosegoro Boyolali

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya