alexametrics

Belajar Turunan Fungsi dengan Discovery Learning

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Turunan fungsi merupakan salah satu materi dalam pelajaran matematika. Materi turunan fungsi merupakan materi prasyarat untuk materi integral. Materi turunan fungsi dibedakan menjadi 2 yaitu turunan fungsi aljabar dan turunan fungsi trigonometri.

Sampai saat ini sebagian besar siswa masih beranggapan bahwa materi turunan fungsi merupakan materi sulit atau susah dipahami. Penyebab dari siswa tidak dapat menyelesaikan soal-soal turunan fungsi karena siswa tidak memahami tahap-tahap dalam menyelesaikan masalah. Kita sebagai guru tidak usah kawatir karena ada model pembelajaran yang dapat menjawab permasalahan tersebut di atas, yaitu dengan model pembelajaran discovery learning.

Model pembelajaran discovery learning didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila materi pembelajaran tidak disajikan dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri (Kurniasih dan Sani, 2014). Discovery learning adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan.

Baca juga:  Mencegah Kecurangan dan Kebuntuan dalam Menulis dengan Draft Fastwriting

Pada pembelajaran discovery siswa dapat menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui proses mentalnya sendiri. Dalam proses menemukan konsep, siswa melakukan pengamatan, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, menarik kesimpulan dan sebagainya untuk menemukan beberapa konsep atau prinsip. Guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan Kondisi seperti ini akan mengubah kegiatan belajar mengajar yang semula teacher oriented menjadi student oriented (Sardiman, 2005).

Kurniasih dan Sani (2014) mengemukakan kelebihan dari model pembelajaran discovery learning, adalah: menimbulkan rasa senang pada peserta didik, peserta didik akan mengerti konsep dasar dan ide-ide lebih baik, mendorong peserta didik berpikir dan bekerja atas inisiatif sendiri, dan peserta didik belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar. Hosnan (2014) mengemukakan kekurangan dari model pembelajaran discovery learning yaitu: menyita banyak waktu karena guru dituntut mengubah kebiasaan mengajar yang umumnya sebagai pemberi informasi menjadi fasilitator, motivator, dan pembimbing, kemampuan berpikir rasional peserta didik ada yang masih terbatas, dan tidak semua peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan model pembelajaran ini.

Baca juga:  Mari Biasakan Gosok Gigi Sejak Dini

Dengan kelebihan dan kekurangannya, model pembelajaran discovery learning tetap menjadi solusi terbaik dalam pembelajaran materi turunan fungsi. Pelaksanaan tindakan dalam pembelajaran materi turunan fungsi di SMA Negeri 1 Wirosari dengan model pembelajaran discovery learning di kelas sesuai prosedur. Prosedur dalam model pembelajaran discovery learning antara lain: pertama, pemberian rangsangan; kedua, identifikasi masalah; ketiga, pengumpulan data; keempat, pengolahan data; kelima, pembuktian, dan keenam, menarik kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika materi turunan fungsi dengan discovery learning di SMA Negeri 1 Wirosari berjalan dengan lancar. Terbukti siswa termotivasi untuk aktif belajar, proses belajar mengajar berlangsung efektif dan hasil belajar siswa lebih meningkat. (gm/ton)

Baca juga:  Model PBL untuk Mengaktifkan Siswa pada Pembelajaran Barisan dan Deret

Guru Matematika SMA Negeri 1 Wirosari

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya