alexametrics

Terapkan Model KBT Mudahkan Siswa Pahami Bangun Datar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DENGAN kemandirian, siswa cenderung belajar lebih baik, mampu memantau, mengevaluasi, dan mengatur belajarnya secara efektif menghemat waktu secara efisien, akan mampu mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri dalam berpikir dan bertindak, serta tidak merasa bergantung pada orang lain secara emosional. Siswa yang mempunyai kemandirian belajar mampu menganalisis permasalahan yang kompleks, mampu bekerja secara individual maupun bekerja sama dalam kelompok, dan berani mengemukakan gagasan (Utari Sumarmo, 2006:5).

Namun pembelajaran di SMP Negeri 2 Wonopringgo pada materi Bangun Datar kelas VII, siswa hanya duduk mendengarkan informasi dari guru, sudah membudaya sejak dahulu. Padahal materi bangun datar ini sudah diberikan sejak SD, namun masih ada siswa yang belum paham dalam konsep bangun datar. Untuk mengadakan perubahan ke arah pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan memang agak sulit. Secara nyata pembelajaran matematika cenderung berupa pembelajaran yang teacher centered. Pembelajaran yang bersifat searah ini membuat siswa selalu bergantung pada pekerjaan guru. Sehingga selama proses belajar mengajar siswa cenderung pasif saat mengikuti pelajaran matematika. Siswa mendengarkan, mencatat materi yang terkait dan dituntut menghafalkannya lalu siswa diminta mengerjakan latihan-latihan soal dengan rumus yang diberikan guru tanpa tahu akan tujuan dan manfaat yang akan mereka peroleh.

Baca juga:  Media Belajar Pemacu Keaktifan dalam Pembelajaran Matematika

Dalam keseharian siswa sering dihadapkan pada permasalahan yang menuntut siswa untuk mandiri dan menghasikan suatu keputusan yang baik. Kemandirian terdiri atas beberapa aspek yaitu, 1) personal attributes. Di sini bisa dilihat dari siswanya yang mempunyai motivasi belajar, di antaranya tanggung jawab, tekun, waktu, dan mempunyai tujuan yang realistis. 2) Proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa meliputi perencanaan, monitoring serta evauasi. 3) Faktor lingkungan. Dapat mempengaruhi tingkat kemandirian siswa di antaranya struktur dan tugas dalam konteks pembelajaran misalnya siswa belajar dengan struktur (cara kerja).

Terkait belum optimalnya kemandirian belajar siswa, perlu adanya pemilihan model pembelajaran matematika dengan pendekatan yang dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa. Salah satu jenis pembelajaran cooperative learning. Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan akademik (academic skill) sekaligus keterampilan sosial (social skill).

Baca juga:  Blended Learning Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Salah satu jenis pembelajaran cooperative learning yang dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa adalah pembelajaran cooperative tipe Kepala Bernomor Terstruktur (KBT) yang merupakan modifikasi dari Numbered Heads Together yang dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992). Teknik pembelajaran cooperative tipe KBT adalah model pembelajaran, dimana siswa dikelompokkan dengan diberi nomor. Setiap nomor mendapat tugas berbeda dan nantinya dapat bergabung dengan kelompok lain yang bernomor sama untuk bekerja sama. Guru meminta kerjasama antarkelompok. Siswa diminta keluar dari kelompoknya dan bergabung dengan siswa yang bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini, siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu dan mencocokkan hasil kerjasama mereka.

Baca juga:  Siswa SMA Berprestasi Berpotensi Lulus Dua Tahun

Teknik KBT diharapkan dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa, karena dengan teknik ini siswa dapat belajar melaksanakan tanggung jawab pribadinya dalam saling keterkaitan dengan rekan-rekan kelompoknya. Mengingat, kemandirian tidak berarti harus terlepas sama sekali dengan pihak lain. Teknik KBT dipilih oleh penulis untuk memudahkan dalam memahami materi bangun datar. Kelebihan teknik ini adalah setiap siswa menjadi siap dalam belajar, siswa dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh dan dapat bertukar pikiran dengan siswa lain. Teknik KBT bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik. (ips1/ida)

Guru Matematika SMPN 2 Wonopringgo Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya