alexametrics

Mudah Pahami Materi Operasi Perpangkatan dengan TGT

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, RENDAHNYA keaktifan dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran materi operasi perpangkatan pada mata pelajaran matematika, terjadi di kelas IX SMP Negeri 17 Semarang. Indikator keaktifan dan hasil belajar peserta didik bisa dilihat minimnya jumlah peserta didik yang mengajukan pertanyaan saat pembelajaran berlangsung. Kurang beraninya mengerjakan soal-soal latihan di depan kelas. Sedikit peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan guru dan hasil penilaian yang masih banyak di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Atas kondisi tersebut, ada beberapa sebab. Di antaranya pembelajaran matematika yang masih konvensional. Guru sebagai pusat belajar mengajar, kurang memberdayakan peserta didik. Berdasarkan permasalahan tersebut, guru perlu menerapkan metode pembelajaran yang mampu merangsang peserta didik lebih aktif sehingga tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. Salah satu model pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif solusi adalah model pembelajaran TGT (Team Games Tournaments).

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman Bangun Ruang melalui Pembelajaran Kontekstual

Slavin (2015:163) mendefinisikan, TGT merupakan turnamen akademik dan menggunakan kuis-kuis dan sistem skor kemajuan individu, dimana para peserta didik berlomba sebagai wakil tim mereka dengan angggota tim lain yang kinerja akademik sebelumnya setara seperti mereka.

Sintaks pembelajaran model pembelajaran TGT Shoimin (2014:205-207) menyatakan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut, 1) Class Presentation. Guru menyampaikan materi, tujuan pembelajaran, pokok materi dan penjelasan singkat LKPD dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. Peserta didik harus benar-benar memahami materi untuk membantu dalam kerja kelompok maupun game. 2) Teams. Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota antara 4 sampai 5 orang berdasarkan kriteria kemampuan dari ulangan harian, jenis kelamin, etnik, dan ras. Kelompok ini bertugas mempelajari lembar kerja. Kegiatannya berupa mendiskusikan masalah-masalah, membandingkan jawaban, memeriksa, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan konsep temannya, jika teman satu kelompok melakukan kesalahan. 3) Games. Dimainkan pada meja turnamen oleh 3 peserta didik yang mewakili tim atau kelompoknya masing-masing. Peserta didik memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Peserta didik yang menjawab benar akan mendapat skor. Skor ini nantinya dikumpulkan untuk turnamen atau lomba mingguan. 4) Tournament. Dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan LKPD. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa turnamen. Tiga peserta didik tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga peserta didik selanjutnya pada meja II, dan seterusnya. 5) Team Recognition. Guru mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing kelompok akan mendapat hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Kelompok yang mendapat julukan Super Team jika rata-rata skor 50 atau lebih, Gold Team apabila rata-rata mencapai 40-50 dan Good Team apabila rata-ratanya 40 ke bawah. Hal ini dapat menyenangkan para peserta didik atas prestasi yang telah mereka buat.
Kelebihan model TGT, menurut Shoimin (2014:207), tidak hanya peserta didik yang cerdas lebih menonjol dalam pembelajaran, tetapi peserta didik yang berkemampuan lebih rendah juga ikut aktif dan mempunyai peranan penting dalam kelompoknya. Ini akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai sesama anggota kelompoknya. Model TGT ini membuat peserta didik lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran, karena guru menyajikan penghargaan pada peserta didik atau kelompok terbaik. Tentu peserta didik senang karena ada kegiatan permainan berupa turnamen. Harapannya model TGT dapat mengaktifkan peserta didik kelas IX SMP Negeri 17 Semarang dalam memahami materi operasi perpangkatan. (ips1/ida)

Baca juga:  Discovery Learning Menggunakan Video Rekam Layar pada Pembelajaran Matematika

Guru Matematika SMP Negeri 17 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya