alexametrics

Ektrakurikuler Jurnalistik Menghasilkan Media Informasi dan Tempat Ekspresi Peserta Didik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MASIH jarang peserta didik yang mampu membuat karya berbentuk tulisan, baik untuk lingkungan sekolah maupun untuk lingkungan luar sekolah. Hal ini bukan berarti mereka tidak memiliki potensi untuk mengembangkan kreatifitas, hanya saja potensi yang dimiliki belum terarah. Membaca dikalangan peserta didik, guru dan karyawan dilingkungan sekolah saat ini sudah dibiasakan sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan tetapi kemampuan membuat karya tulis masih sangat kurang. Dengan kondisi seperti ini maka perlu adanya upaya peningkatan kemampuan kreativitas bagi peserta didik untuk meningkatkan baik cara membaca maupun cara penulisannya. Dari persoalan seperti ini maka perlu diadakannya ekstrakurikuler jurnalistik.

Sebagai media penampung gagasan, informasi, kreasi di lingkungan sekolah maka majalah sekolah bersifat informatif, edukatif, dan rekreatif. Media yang bersifat informatif memiliki makna memberi informasi dan edukatif, majalah sekolah juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Majalah sekolah di SMPN 5 Semarang diberinama Majalah Ekspresi. Dengan ekspresi ide, garasan, wacana, kreativitas dari peserta didik sehingga lebih tersalurkan lewat kegiatan ini. Adanya gerakan Literasi tentunya mmenambahsemangat peserta didik dalam kegiatan. Gerakan Literasi mamang sangat layak untuk diapresiasi karena berperan aktif mencari ide, gagasan yang produktif untuk bentuk karya berupa tulisan.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Mengemukakan Pendapat melalui Metode Talking Stick

Dari pembentukan ekstrakulikuler jurnalistis tersebut dijumpai dijumpai permaslahan sebagai berikut: Hampir semua peserta didik belum pernah membuat berita untuk diterbitkan dimedia masa. Alat yang digunakan untuk mengambil gambar pakai alat seadanya seperti kamera HP. Pembuatan desain sampul dan isi. Pencetakan majalah. Publikasi dan ditribusi majalah.

Majalah sekolah diharapkan mampu menyajikan informasi yang tidak hanya unsur 5w1h yang terdiri dari What, where, why, when, who dan how, digunakan untuk menjamin bahwa sebuah informasi dapat tersampaikan dengan baik dan benar, tapi juga secara tuntas dengan bahasan yang benar dari berbagai sisi, dicetak dengan kertas yang menarik dan berkualitas sehingga mampu menampilkan gambar-gambar yang lebih menarik dan mampu disimpan pada jangka waktu yang sangat lama.

Baca juga:  Viony Dhea Faradillasari Asyik Jadi Reporter Kuliner

Dalam jurnalistik cetak ada rangkaian newsprocessing –news planning, news hunting, news writing, news editing, layouting/setting, pracetak, cetak, dan distirbusi. Kecermatan pun terjaga karena sebelum sampai kepada pembaca ia melalui beberapa editor yang sengaja atau tidak disengaja turut melakukan penyuntingan. Sang layouter, misalnya, seringkali menamuka judul atau naskah yang salah ketik ataus salah eja.

Pengambilan berita yaitu dengan alat yang bersifat tradisional seperti mencari berita langsung dari sumbernya dengan tanya jawab yang ditulis secara manual dan dengan media modern yang ada pada saat ini seperti Speechnote, WhatsApp, perekam suara, alat memofoto memakai HP maupun kamera, serta lainnya yang bisa mendukung.
Editing memakai Word, CorelDraw, Adobe Photoshop, PageMaker, dan program lainnya yang cocok serta bisa mendukung. Kemudian setelah selesai editing dari cover, isi berita, maupun bagian akhir maka di cetak dan dasil cetakan majalahnya dibagi ke peserta didik dilingkubgan sekolah.

Baca juga:  SMPN 38 Semarang Latih Jurnalis Cilik

Kegiatan jurnalistik meliputi proses aktivitas pembelajaran ruang lingkup jurnalistik, menyusun susunan redaksi dan pembagian tugas anggota, kegiatan mencari berita, menggumpulkan berita, menyusun berita, mengolah/menulis, mengedit, menyajikan, dan menyebarluaskan berita untuk lingkungan sekolah dalam bentuk majalah. Media komunikasi yang menyajikan informasi harus memiliki nilai aktualitas sama halnya seperti surat kabar dan tabloid yang ada dipasaran. Penyajian dalam menulis, gambar atau foto harus aktual dan dapat dipertanggung jawabkan. Halaman muka (cover) dan foto dalam majalah lebih memiliki daya tarik, dan ciri lainnya.

Harapannya majalah bisa menyampaikan informasi, sebagai ajang ekspresi, dan dapat untuk menginpirasi peserta didik. Disamping itu supaya SMPN 5 Semarang memiliki ciri khas dan membuat peserta didik berkarakter. Semoga majalah sekolah ini bermanfaat dan sebagai inspirasi bagi peserta didik serta bisa terus berkarya, berinovasi untuk kemajuan sekolah. (ips1/zal)

Guru SMPN 5 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya