alexametrics

Mengenal Simbol Sila-Sila Pancasila dengan Model Make a Match

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Berhasil atau tidaknya suatu pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam menggunakan metode, media, maupun model pembelajaran. Dari berbagai macam model pembelajaran, harus mampu memilih yang paling tepat dan mengsinkronisasikan dengan materi yang diajarkan.

Saat pembelajaran muatan pelajaran PPKn pada materi mengenal simbol sila-sila pancasila di kelas I SD Negeri Plosowangi, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, guru menerapkan model pembelajaran kelompok. Tetapi ketika proses belajar mengajar terlihat banyak siswa yang sibuk sendiri tanpa memperhatikan penjelasan guru. Kurangnya interaksi antara siswa dengan siswa, maupun siswa dengan guru sehingga kerja sama di kelas tidak berjalan dan membuat suasana menjadi ribut. Didominasi oleh siswa yang tingkat kemampuan akademik tinggi, semantara siswa yang tingkat kemampuannya rendah kurang berperan.

Baca juga:  Menganalisa Pengamalan Pancasila melalui Gambar

Akibatnya siswa yang tingkat kemampuannya rendah memperoleh hasil belajar yang rendah. Sehingga proses kegiatan belajar mengajar pada materi tersebut perlu menggunakan model pembelajaran lain. Penulis mencoba menggunakan model pembelajaran make a match.

Pembelajaran kooperatif make a match (mencari pasangan) merupakan salah satu model pembelajaran yang dikembangkan oleh Larno Lurran. Salah satu keunggulan model pembelajaran kooperatif tipe make a match yaitu siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan.

Penerapan model pembelajaran ini dimulai dari teknik yaitu siswa disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau soal yang sesuai sebelum batas waktunya, siswa yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin. Model pembelajaran tersebut mengutamakan penanaman kemampuan bekerja sama dan melatih kemampuan cepat berpikir siswa melalui permainan pasangan dengan bantuan kartu. Jadi, jelas bahwa siswa tidak hanya dilatih kecerdasan segi intelektual tetapi juga dari segi sosial. Sangat mengutamakan kreativitas dan keterampilan siswa secara sistimatis, sehingga membantu meningkatkan hasil belajar siswa.

Baca juga:  Alat Peraga Sederhana, Efisien dalam Pembelajaran Trim Kapal

Langkah-langkah pembelajaran model make a match yaitu pertama, guru menyiapkan beberapa kartu yang berisikan untuk pertanyaan berupa simbol sila dan satu bagian untuk jawaban berupa nama sila, atau sebaliknya. Kedua, siswa dibagi menjadi empat kelompok, setiap kelompok terdiri dari lima anak. Ketiga, setiap siswa masing-masing mendapatkan sebuah kartu soal dan kartu jawaban. Keempat, setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin dan bagi kelompok yang banyak mengumpulkan poin maka kelompok tersebut menjadi pemenang dan akan mendapatkan penghargaan. Kelima, guru bersama siswa membuat kesimpulan terhadap materi pelajaran.

Model pembelajaran make a match dapat menjadi pilihan dalam pembelajaran mengenal simbol sila-sila pancasila karena dapat meningkatkan keaktifan siswa. Interaksi antarsiswa, siswa dengan guru, kerja sama dalam kelompok, proses pembelajaran tidak didominasi oleh siswa yang tingkat kemampuan akademik tinggi, dan hasil belajar. (gm2/lis)

Baca juga:  Grab Dukung Kampung Pancasila Tlogosari dan Gelar Pusat Vaksin

Guru kelas I SD Negeri Plosowangi, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya