alexametrics

Tingkatkan Kreativitas Siswa melalui Pembuatan Film Pendek

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KUALITAS pembelajaran sosiologi saat ini menurun karena masih minimnya pengembangan kurikulum. Ilmu-ilmu sosial sudah dianggap membosankan karena banyak guru menekankan penguasaan keilmuan secara verbal bukan pada hal-hal aplikatif dan saintifik. Selain itu, ada kejenuhan mental dalam mengejar tuntutan pemenuhan kurikulum yakni menghafal sejumlah bab materi yang tersajikan dalam aneka buku wajib mata pelajaran (mapel). Akibatnya, para siswa terbebani dan tidak mempunyai waktu untuk bermain dan mengenal lingkungan sosial sekitar. Yakni, untuk berinteraksi ataupun terjun langsung ke masyarakat. Kejenuhan siswa itu terlihat di kelas XI SMA Negeri 1 Kesesi.

Karena itulah, penulis berupaya menemukan alternatif pemecahan melalui proses pembelajaran. Sebab, jika masalah ini tidak cepat diatasi, bisa menyebabkan berkurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran sosiologi. Maka, diperlukan cara belajar yang dapat meningkatkan keaktifan siswa sehingga siswa menjadi lebih tertantang dan tidak merasa bosan.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Bangun Datar Menggunakan Kertas Lipat Warna

Pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan keaktifan siswa adalah dengan menerapkan proses pembelajaran menjadi lebih aktif yang merangsang daya kreatif siswa. Menurut Bonwell (dalam Direktorat Pembinaan SMA, 2017:3) pembelajaran aktif adalah pembelajaran yang menjadikan siswa berpartisipasi dalam proses pembelajaran, tidak hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru tetapi melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Joyce (1994) menyatakan bahwa guru hendaknya menjadi desainer yang mampu menguasai teori, mengajarkan, dan menerapkan teori pada proses pembelajaran demi tercapainya tujuan pembelajaran. Pembelajaran aktif yang diharapkan dapat mengembangkan kreativitas siswa.

Pembelajaran aktif yang penulis lakukan adalah dengan memberikan project pembuatan film pendek untuk materi konflik sosial. Pembuatan film pendek merupakan penugasan kelompok pada materi konflik sosial serta resolusi penyelesaian konflik di kelas XI SMA Negeri 1 Kesesi. Tahapan yang harus dilakukan siswa untuk membuat film pendek adalah sebagai berikut, pertama, menentukan tema cerita. Kedua, menyusun rancangan skenario. Ketiga, menentukan peran (casting). Keempat, berlatih dialog dan akting. Kelima, menentukan waktu dan lokasi. Keenam, menyiapkan alat-alat dan pengambilan gambar (shooting). Ketujuh, mengedit (editing). Kedelapan, menayangkan. Kesembilan, mendokumentasikan. Siswa diberikan keleluasaan untuk menentukan tema dan skenarionya, Namun tetap diingatkan untuk tidak melanggar norma dan budaya lokal. Hasil film pendek kemudian ditayangkan di dalam kelas, kemudian setiap kelompok wajib memberikan apresiasi tanggapan dan pertanyaan terhadap kelompok lain.

Baca juga:  Nyaman Belajar dengan Menjaga Kebersihan Lingkungan

Dengan pembelajaran project pembuatan film pendek pada materi konflik sosial serta resolusi penyelesaian konflik, membuat siswa lebih aktif sehingga daya kreativitas siswa meningkat. Menurut Hamdani (2002) kreativitas adalah kemampuan untuk membayangkan atau menciptakan sesuatu yang baru, kemampuan untuk membangun ide-ide baru dengan mengombinasikan, mengubah dan menerapkan ulang ide-ide yang sudah ada. Kreativitas siswa SMA Negeri 1 Kesesi ini dibuktikan dengan hasil film yang bervariatif, mulai dari pemilihan judul film, penggunaan alat dan bahan yang beragam, alur cerita dan skrenario yang sangat menarik, latar yang sesuai dengan cerita, dan acting yang sempurna. (dar1/ida)

Guru Sosiologi SMAN 1 Kesesi Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya