alexametrics

Meningkatkan Pengelolaan UKS dengan Sistem SIDOLIK

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Menurut Depkes RI (2006), UKS adalah usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan di sekolah-sekolah dengan anak didik beserta lingkungan hidupnya sebagai sasaran utama. UKS merupakan wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan selanjutnya membentuk perilaku hidup sehat, yang pada gilirannya menghasilkan derajat kesehatan yang optimal. Secara umum UKS bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih, sehat serta derajat kesehatan peserta didik. Akan tetapi, tujuan UKS ini masih belum sepenuhnya tercapai. Hal ini seperti yang terjadi di SD Negeri Mejing 2, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, peserta didik kurang menyadari pentingnya menjaga kebersihan pribadi. Semua itu dikarenakan kurangnya pengelolaan UKS di SD Negeri Mejing 2. Banyak peserta didik yang tidak menggosok gigi pada saat berangkat sekolah. Mereka juga tidak pernah mencuci tangan setelah beraktivitas, khususnya setelah olahraga.

Baca juga:  Pembelajaran dengan Video untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa

Untuk meningkatkan pengelolaan UKS tersebut perlu peran serta peserta didik sebagai subjek dan bukan hanya objek. Hal ini bisa dilakukan dengan sistem SIDOLIK atau Siaga Dokter Cilik. Sistem SIDOLIK dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut: Pertama, membuat program kegiatan SIDOLIK. Perencanaan program kegiatan SIDOLIK dapat dilakukan oleh guru PenjasOrkes dengan persetujuan kepala sekolah.

Kedua, perekrutan dokter cilik bagi siswa kelas IV dan V. Perekrutan dilaksanakan dengan menyeleksi peserta didik kelas IV dan V menggunakan instrumen tes berupa soal pengetahuan umum UKS. Ketiga, pelaksanakan pembinaan dokter cilik. Pembinaan dilaksanakan dengan memberikan materi CITAS GOGI atau cuci tangan dengan sabun dan gosok gigi dari guru PenjasOrkes kepada dokter cilik. Sehingga dokter cilik paham bagaimana cara mencuci tangan dan gosok gigi yang benar.

Baca juga:  Belajar Teknik Membuat Garis Haluan Kapal dengan C-Map

Keempat, sosialisasi petugas puskesmas. Sebelum diadakan sosialisasi dari puskesmas, terlebih dahulu melakukan koordinasi terkait jadwal pelaksanaan sosialisasi. Sosialisasi petugas puskesmas dilakukan untuk menambah pengetahuan dokter cilik mengenai pentingnya CITAS GOGI. Kelima, pendampingan kegiatan CITAS GOGI bersama kader dokter cilik. Pendampingan kegiatan CITAS GOGI bersama kader dokter cilik dilaksanakan sesuai jadwal pembelajaran PenjasOrkes di SD Negeri Mejing 2, dengan cara, sebelum olahraga dimulai anak-anak mempraktikkan gosok gigi dengan benar. Setelah olahraga, mempraktikkan cuci tangan dengan sabun bersama dokter cilik.

Program tersebut dilaksanakan seminggu sekali oleh semua peserta didik sesuai dengan jadwal pembelajaran PenjasOrkes masing-masing kelas. Dengan demikian peserta didik akan terbiasa melaksanakan kegiatan CITAS GOGI. Penulis berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan ketika berada di sekolah maupun di rumah masing-masing. Sehingga perilaku hidup bersih dan sehat peserta didik SD Negeri Mejing 2 dapat terlaksana. (gm1/aro)

Baca juga:  Tingkatkan Kebugaran Jasmani Peserta Didik lewat VTM

Guru PenjasOrkes SD Negeri Mejing 2, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya