alexametrics

Meningkatkan Kemandirian Siswa dengan Teknik Regulasi Diri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kemandirian pada anak sejak dini sangat penting. Karena kemandirian akan mendukung anak dalam belajar memahami pilihan perilaku beserta risiko yang harus dipertanggung jawabkan oleh anak. Semakin dikekang, anak akan semakin sulit untuk mengendalikan emosi. Kemungkinan perilaku yang akan muncul adalah perilaku memberontak atau justru sangat tergantung pada orang lain.

Pada dasarnya setiap anak mempunyai tingkat kemandirian yang berbeda-beda, dan kemandirian seorang individu akan terus berkembang dari sejak lahir sampai manusia menjadi dewasa. Namun demikian kemandirian juga dipengaruhi oleh lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, masyarakat maupun lingkungan sekolah. Pada siswa kelas VII, kemandirian selain dipengaruhi oleh keluarga. Pengaruh terbesar adalah ketika berada di lingkungan sekolah.

Kenapa siswa kelas VII memperoleh perhatian khusus terhadap kemandirian? Di sini lebih disebabkan anak usia kelas VII adalah peralihan usia anak-anak menuju masa remaja, di mana masa remaja adalah masa-masa yang memiliki sesuatu yang kompleks baik secara fisik maupun psikis.

Baca juga:  Tingkatkan Kemandirian Siswa dengan Problem Posing dan Media

Menurut Bernadib (dalam Mulyaningtyas, 2007:159) kemandirian adalah perilaku mampu berinisiatif, mampu mengatasi hambatan/ masalah, mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain. Selanjutnya Reber (dalam Mulyaningtyas, 2007: 160) menjelaskan bahwa kemandirian merupakan situasi kapotonomi di mana seseorang secara relatif bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain. Kemandirian merupakan kebutuhan psikologis remaja. Remaja mandiri berarti remaja yang belajar dan berlatih dalam membuat rencana, memilih alternatif, membuat keputusan sendiri, serta bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukannya.

Di SMP Negeri 4 Kajen untuk membantu siswa kelas VII, penulsi sebagai guru BK menerapkan proses layanan klasikal di dalam kelas dengan menggunakan tehnik regulasi diri. Regulasi diri berkaitan dengan mengaktualisasikan dirinya dengan menampilkan serangkaian tindakan yang ditunjukan pada pencapaian target.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Membaca Permulaan dengan Permainan Kartu Kata

Menurut Bandura (dalam Singgih, 2006) faktor yang turut memengaruhi pembentukan regulasi diri adalah faktor umpan balik (adequate feedback) dan faktor perasaan mampu (self efficacy). Semakin individu memiliki umpan balik yang bersifat membangun serta disampaikan dengan cara yang baik dan semakin individu memiliki keyakinan akan kemampuan dirinya, maka semakin individu mampu dalam mempertahankan komitmennya terhadap suatu tujuan selama periode waktu tertentu. Kemampuan individu mempertahankan komitmennya terhadap suatu tujuan yang bersifat jangka panjang dapat dinyatakan sebagai tingkat regulasi diri yang baik pada diri individu.

Kemudian dalam proses melakukan regulasi diri utuk mencapai kemandiaran yang pertama dilakukan oleh guru BK adalah mengajarkan bagaimana siswa mampu mengobservasi dirinya sendiri, dengan cara apakah minat yang ada pada diri siswa, yang kedua dengan penilaian, setelah mengetahui minatnya sendiri siswa melakukan penilaian yaitu dengan cara siswa mampu menilai tindakan yang dilakukan oleh dirinya sendiri ketika dia melakukan berdasarkan minatnya, dan tindakan yang terakhir adalah reaksi diri, yaitu merespon atas tindakan negatif dan positif perilaku yang telah dilakukan apakah sudah memenuhi target siswa agar bisa mandiri sesuai yang diharapkan. Demikian tindakan yang paling sederhana yang bisa diterapkan kepada siswa kelas VII. (gm1/aro)

Baca juga:  Belajar Sejarah Indonesia Lebih Bermakna dengan Sosiodrama

Guru BK SMP Negeri 4 Kajen, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya