alexametrics

Belajar Text Recount dengan Teknik Letter in The Bottle

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PERKEMBANGAN dalam dunia pendidikan menuntut siswa untuk meningkatkan empat kemampuan dasar, yaitu mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Menulis dan berbicara merupakan produktive skills, sedangkan membaca dan mendengarkan merupakan receptive skills. Dari kedua keterampilan di atas, kemampuan menulis dan berbicara membutuhkan banyak latihan dan upaya secara bertahap. Salah satunya, untuk meningkatkan kemampuan menulis melalui penyajian Letter in The Bottle dalam penulisan recount text.

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan diketahui bahwa masih banyak siswa kelas VIII di SMP 2 Sragi masih memiliki kemampuan yang sangat rendah dalam penggunaan past tense. Ini dapat dilihat tes awal yang telah dilakukan bahwa siswa masih kebingungan dalam menggunakan past tense. Sementara dalam penulisan recount text, siswa dituntut untuk menggunakan perubahan bentuk verb dan to be ke dalam bentuk past atau lampau. Hal inilah yang mendorong penulis untuk menggunakan Letter in The Bottle ini dalam pembelajaran recount text. Letter in The Bottle digunakan dalam upaya memberikan stimulus kepada siswa agar ide-ide siswa tentang suatu peristiwa lebih terarah yang akhirnya mampu menuangkannya ke dalam bentuk tulisan.

Baca juga:  Metode Inkuiri Terbimbing dengan Video Mudahkan Pembelajaran

Oshima dan Hogue (1988) menulis adalah mengungkapkan ide atau pokok-pokok pikiran yang dijabarkan dalam tiga bagian, bagaian pendahuluan, isi, dan penutup. Ketiga bagian tersebut diuraikan dalam berbagai paragraf sehingga bagian pendahuluan kemungkinan terdiri dan lebih satu paragraf, bagian isi terjabar dalam lebih dari 2 paragraf dan bagian penutupnya terdiri atas lebih dari 1 paragraf. Dengan demikian, sebuah karya merupakan pengorganisasian beberapa ide pokok yang terangkum dalam beberapa paragraf.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan berkaitan dengan penerapan teknik ini. Pertama, guru membagi kelas dalam beberapa kelompok. Untuk menjaga keefektifan kinerja, masing-masing kelompok terdiri atas 3-4 siswa, dengan tingkatan penguasaan vocabulary dan pola kalimat yang berbeda. Sebelum memulai, guru menerangkan rambu-rambu pengerjaan teks. Misalnya setiap teks terdiri dari lima paragraf, yang memuat alur yang tepat, yaitu pengenalan tokoh, permasalahan dimulai, puncak masalah, ketegangan menurun, dan penyelesaian masalah. Setelah para siswa sudah duduk bersama anggota timnya masing-masing, guru membagikan atau para siswa mengambil sendiri botol plastik bekas minuman yang di dalamnya terdapat kertas yang berisi petunjuk rinci cara membuat paragraf tentang pengalaman dan sejumlah vocabulary yang harus digunakan dalam teks tersebut sebagai kata bantu. Masing-masing ‘surat dalam botol’ memiliki vocabulary yang berbeda, sehingga setiap tim harus membuat cerita yang berbeda.

Baca juga:  Belajar Nama-Nama Akun/Perkiraan melalui Silsilah Keluarga Lebih Mudah

Setelah mendapat dan memahami instruksi pengerjaan, para siswa harus mampu membuat sebuah cerita berdasarkan kosakata yang telah diterima. Setiap anggota tim harus menyumbangkan kalimat untuk tugas mereka. Guru bisa menerima pertanyaan sehubungan dengan teknik pengerjaan. Diakhir aktivitas, setiap kelompok harus menyerahkan hasil karya mereka kepada guru untuk dinilai.

Hasilnya, dengan teknik ini terlihat perubahan yang signifikan. Tidak hanya proses pembelajaran di kelas yang semakin menyenangkan, tetapi juga pada hasil belajarnya. Dari tes formatif yang penulis berikan, hasil yang dicapai cukup menggembirakan. Sebanyak 23 dari 32 siswa mampu menyelesaikan soal-soal yang diberikan dengan baik. Kategori baik bagi siswa adalah siswa telah mencapai nilai KKM yang telah ditentukan. Dengan nilai rata-rata 80,25. Tentu saja ini sangat menggembirakan bagi penulis. Dari apa yang penulis paparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa teknik Letter In The Bottle bisa diterapkan dalam pembelajaran bahasa Inggris pada standar kompetensi menulis teks. (dar2/ida)

Baca juga:  Belajar Unsur-Unsur Lingkaran dengan Bermain Puzzle

Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Sragi Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya