alexametrics

Belajar Lingkaran dengan Berpikir Kritis dan Bernalar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Lingkaran merupakan salah satu bentuk geometri datar yang banyak kita temui dan kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bidang arsitektur bentuk lingkaran sering dipakai dalam mendekorasi rumah, gedung maupun perkantoran, karena dinilai memiliki bentuk yang indah. Seperti bentuk pintu, jendela dan atap rumah. Materi tentang lingkaran telah dipelajari siswa saat di Sekolah Dasar, sedangkan di SMP Kelas VIII semester genap, siswa akan belajar lebih banyak lagi tentang materi lingkaran.

Lingkaran yaitu bangun datar yang terbentuk dari himpunan semua titik persekitaran yang mengelilingi suatu titik asal dengan jarak yang sama. Jarak tersebut biasanya dinamakan r, atau radius, atau jari-jari. Sifat lingkaran yaitu memiliki simetri lipat dan simetri putar yang tak terhingga jumlahnya.

Baca juga:  Pemanfaatan Media Gambar dalam Menulis Teks Fabel

Hakekat dari penalaran adalah suatu proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang bersifat pengetahuan. Akan tetapi tidak semua kegiatan berpikir mendasarkan diri pada penalaran (Jujun S. Suriasumantri, 2002:43). Proses bernalar meliputi beberapa tahap. Tahapan-tahapan tersebut adalah: 1) Mengerti, tahap di mana seseorang memahami segala aspek dari objek yang diamati. 2) Memutuskan, menetapkan kesimpulan sementara berdasarkan fakta-fakta yang ada. 3) Menyimpulkan, memberikan kesimpulan yang pasti mengenai objek yang diamati setelah fakta-fakta yang ada diuji kembali kebenarannya.

Dalam pembelajaran materi Lingkaran di semester genap Kelas VIII SMPN 28 Semarang, penulis berusaha menstimulus siswa untuk berpikir kritis dan bernalar. Pada awal pembelajaran, siswa diberikan contoh masalah dalam kehidupan sehari–hari yang ada kaitannya dengan materi lingkaran. Dari contoh masalah tersebut siswa diminta untuk mencari solusi pemecahannya.

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman Materi dengan Strategi TTW

Selanjutnya supaya lebih memahami unsur–unsur lingkaran, siswa melakukan aktivitas pengamatan terhadap gambar dan ciri-ciri unsur lingkaran. Unsur lingkaran berupa ruas garis atau kurva lengkung : busur, tali busur, jari -jari, diameter dan apotema. Unsur lingkaran berupa luasan : juring dan tembereng. Setelah melakukan pengamatan gambar-gambar unsur–unsur lingkaran. Siswa diminta untuk membuat sketsa lain dari masing-masing unsur yang sudah diamati, sketsa tidak boleh sama dengan gambar pada pengamatan. Setelah itu siswa merangkai pengertian tiap unsur tersebut dengan kalimatnya sendiri. Dalam kegiatan ini siswa dituntut untuk berpikir kritis dalam memahami apa yang diamati dan bernalar dalam menyusun pengertian unsur- unsur lingkaran dengan kalimatnya sendiri, tidak dengan cara menghafal. Berikutnya siswa diminta untuk menjawab dan memberikan alasannya, terhadap pernyataan tentang hubungan antar unsur-unsur lingkaran. Untuk dapat menjawab dengan benar dan memberikan alasan yang tepat siswa harus berpikir kritis dan bernalar dengan baik.

Baca juga:  Meningkatkan Belajar Siswa Materi Berdirinya ASEAN dengan Bermain Peran

Dari kegiatan pembelajaran materi lingkaran di semester genap Kelas VIII SMPN 28 Semarang, penulis berupaya untuk menstimulus siswa untuk berpikir kritis dan bernalar, ternyata masih banyak siswa yang masih kesulitan dalam menyimpulkan hasil kegiatan pengamatan unsur – unsur lingkaran dan mengungkapkan penceritaannya dengan kalimatnya sendiri. Ini menunjukkan bahwa untuk dapat berpikir kritis dan bernalar lebih baik, siswa memerlukan stimulus yang lebih banyak lagi. (dar2/ton)

Guru Matematika SMPN 28 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya