alexametrics

Upaya Meningkatkan Kelincahan melalui Sepakbola Mini

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Jika kita amati, di sekolah-sekolah pada saat istirahat para siswa sering terlihat melakukan permainan sepakbola. Hal ini menunjukkan bahwa permainan sepakbola disukai dan digemari oleh para siswa di sekolah-sekolah.

Tanpa disadari permainan sepakbola yang dilakukannya, terutama di SD Negeri 1 Rempoah kecamatan Baturraden, ini akan meningkatkan komponen-komponen kondisi fisiknya seperti, daya tahan kardiorespirasi, kecepatan, agilitas, power, keseimbangan, dan sebagainya. Permainan sepakbola plastik mempunyai karakteristik yang dapat meningkatkan komponen-komponen kondisi fisik tersebut.

Dalam permainan sepakbola mini ini para pemain dituntut mampu melakukan gerak-gerak dasar yang diperlukan dalam permainan tersebut. Seperti, lari, menendang, melempar, dan sebagainya. Gerak-gerak dasar tersebut jika sering dilakukan dengan teknik yang baik maka akan menjadi suatu gerakan yang refleks, tepat, dan benar. Selain itu hal tersebut juga akan meningkatkan kebugaran jasmani pelakunya.

Baca juga:  Ancaman Kesehatan bagi Siswa selama PJJ

Jika kita perhatian dengan seksama, dalam permainan sepakbola mini ini para pemain dituntut untuk mampu memasukkan bola ke gawang lawan dan menjaga bola agar tidak masuk ke gawang sendiri. Untuk itu pemain harus berusaha mengejar bola baik yang diberikan teman maupun mengejar bola yang sedang dikuasai lawan. Pada saat membawa bola, pemain harus berusaha untuk melewati sergapan lawan dengan cara mengubah arah pada saat sedang bergerak baik ke kiri, kanan, atau ke belakang. Selama permainan berlangsung pemain bergerak dengan berjalan, berlari, menendang, menggiring bola, merebut bola, dan melompat pada saat merebut bola-bola tinggi.

Secara garis besar teknik sepakbola terdiri dari : teknik menghentikan bola, menendang bola, mengumpan bola, menyundul bola, dan menggiring bola. Penguasaan teknik dasar permainan sepakbola merupakan salah satu unsur yang dapat menentukan untuk dapat memiliki kesempatan mencetak gol, di samping komponen lain seperti kondisi fisik, taktik dan mental.

Baca juga:  Blended Learning Jadikan Bimbingan Klasikal Lebih Efektif

Sedangkan Agilitas adalah kombinasi dari kecepatan, kekuatan, kecepatan reaksi, neuromoscular. Selain latihan untuk tubuh secara keseluruhan. Latihan agilitas juga bisa diperuntukkan bagi anggota-anggota tubuh tertentu seperti lengan, tungkai dan sebaginya. Koordinasi neuromoscular menggambarkan kemampuan atlet melakukan gerakan-gerakan dalam cabang olahraganya secara mulus dan seimbang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan Kecepatan reaksi dan kecepatan gerak. (1) Kemampuan berorientasi terhadap problem yang dihadapi/kemampuan berantisipasi. (2) Kemampuan mengatur keseimbangan. (3) Tergantung kelenturan sendi-sendi. (4) Kemampuan mengerem gerakan-gerakan.

Kelincahan sangat diperlukan dalam cabang olahraga apa pun baik yang dimainkan oleh perorangan maupun beregu, karena kelincahan dapat mengkoordinasikan gerakan yang beragam dan ganda, mempermudah daya orientasi terhadap lawan, menciptakan gerakan yang efisien dan efektif, dan sebagainya. Penggunaan permainan sepakbola mini dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas III SD Negeri 1 Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas dalam upaya meningkatkan kelincahan. Proses meningkatkan kemampuan belajar permainan sepakbola mini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. (on2/ton)

Baca juga:  Demonstrasi Tingkatkan Semangat dan Prestasi Belajar

Guru PJOK SDN 1 Rempoah Kec Baturraden Kab Banyumas

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya