alexametrics

Meningkatkan Pemahaman Interaksi Sosial melalui Drakor

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku, interaksi sosial dapat berlangsung dengan baik jika aturan-aturan dan nilai-nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik.

Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing-masing, maka proses sosial tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Di dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bisa lepas dari hubungan antara satu dengan lainnya. Ia akan selalu mencari individu atau kelompok lain untuk dapat berinteraksi atau bertukar pikiran. Sehingga manusia dikatakan sebagai makhluk sosial selain sebagai makhluk individu tentunya.

Interaksi sosial merupakan salah satu kompetensi dasar IPS yang harus dipahami oleh siswa kelas VII semester 1. Yaitu menganalisis interaksi sosial dalam ruang dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan budaya dalam nilai dan norma, serta kelembagaan sosial budaya.

Baca juga:  Pemanfaatan Smart Apps Creator untuk Membuat Media Pembelajaran Offline

Menurut Georg Simmel, sosiolog dan filsuf Jerman, menyatakan masyarakat muncul dimana sejumlah orang melakukan interaksi dan membentuk kesatuan baik sementara maupun permanen (https:www.kompas.com, 10 Desember 2019).
Dan menurut Prof. Dr. Soerjono Soekanto dalam pengantar sosiologi (id.m wikipedia.org, 21 Juni 2020), interaksi sosial merupakan kunci rotasi semua kehidupan sosial. Dengan tidak adanya interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama.

Maka, dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial karena tanpa adanya interaksi, maka kegiatan-kegiatan antarindividu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi.
Dalam materi interaksi sosial siswa mengalami kesulitan untuk memahami. Kesulitan itu antara lain siswa kurang suka membaca buku literasi dan siswa menganggap bahwa pelajaran IPS itu pelajaran hafalan. Hal tersebut juga dialami oleh siswa-siswa SMP Negeri 29 Semarang.

Baca juga:  Aktifkan Siswa dengan Membangun Teamwork pada Pembelajaran IPS

Untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan mengubah suasana belajar yang menyenangkan, maka guru menggunakan strategi belajar visual melalui tayangan drakor (drama Korea) yang sangat digemari para siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Horton dan Hunt, bahwa salah satu fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan bakat seseorang dengan baik untuk kepuasan diri sendiri dan bagi kepentingan masyarakat.

Langkah-langkah pembelajaran dilakukan sebagai berikut : membuka pelajaran, membagi siswa dalam kelompok yang terdiri dari 4 anak per kelompok, memberi sekilas info tentang faktor dan bentuk interaksi sosial. Membagikan lembar kerja siswa, menayangkan video drama Korea.

Meminta siswa untuk menyimak tayangan video. Memberi kesempatan pada tiap-tiap kelompok untuk berdiskusi dan menjawab lembar kerja siswa, mempersilakan perwakilan kelompok siswa untuk presentasi, memberi waktu siswa untuk menyampaikan pendapat dan membuat kesimpulan.

Dengan gaya atau strategi belajar visual membuat para siswa tampak sangat senang dan antusias dalam pembelajaran. Siswa menjadi lebih optimal dalam mempelajari dan memahami materi interaksi sosial, karena terdapat tahapan kegiatan berupa pemberian kesempatan kepada individu maupun kelompok untuk berpendapat. Mereka bisa mengenal budaya negara lain, bisa menyanyi lagu Korea, gemar menyantap makanan Korea. Bahkan beberapa siswa terutama yang laki-laki mengubah potongan rambut ala idolanya artis Korea.

Baca juga:  Penerapan Kontrak Membaca Jurus Jitu Penguatan Literasi Siswa

Dengan upaya tersebut siswa kelas VII merasa senang dan termotivasi, berusaha mencari rujukan dan sumber belajar selain buku paket dan buku referensi lain untuk lebih memahami interaksi sosial dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.Dan pada akhirnya siswa tidak lagi menganggap kalau pelajaran IPS adalah pelajaran hafalan yang sangat membosankan, pelajaran yang tidak penting karena tidak di UN-kan.Pelajaran IPS adalah penting karena berkaitan dengan kehidupan manusia berkaitan berbagai aktivitasnya dalam upaya mencapai kesejahteraan hidupnya. (ips1/lis)

Guru IPS SMP Negeri 29 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya