alexametrics

Kembangkan Kemampuan Siswa dalam Membuat Paragraf dengan Kalimat Berantai

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, GERAKAN Literasi Sekolah merupakan upaya pemerintah dalam rangka menumbuhkan budaya membaca dan menulis pada siswa sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat, juga mengembangkan berpikir kritis dalam mengolah dan mengelola kemampuan berkomunikasi secara kreatif. Gerakan tersebut ditujukan untuk menumbuhkan budi pekerti siswa yang melibatkan seluruh warga sekolah, orang tua dan lingkungan sekitar. Salah satu upaya di bidang pendidikan dalam mewujudkan gerakan literasi tersebut adalah dengan meningkatkan ketrampilan menulis.

Suparno (2013:129) menyimpulkan “menulis adalah kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan secara tertulis kepada pihak lain yang melibatkan unsur penulis sebagai penyampai pesan, pesan atau isi tulisan, saluran atau media tulisan, dan pembaca sebagai penerima pesan”. Sebagai suatu ketrampilan berbahasa, menulis merupakan kegiatan yang kompleks karena dituntut untuk dapat menyusun dan mengorganisasikan isi tulisannya serta menuangkannya dalam formulasi ragam bahasa tulis dan aturan penulisan lainnya. Menulis mengandung banyak manfaat bagi pengembangan mental, intelektual dan sosial siswa. Menulis dapat meningkatkan kecerdasan, mengembangkan daya inisiatif dan kreativitas, menumbuhkan keberanian, serta merangsang kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi.

Baca juga:  Dongkrak Hasil Belajar PPKn melalui Active Learning Berbasis Aplikasi Microsoft Teams

Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh para pendidik untuk memotivasi dan meningkatkan ketrampilan membaca dan menulis pada siswa. Dari pembiasaan membaca lima belas menit setiap pagi sebelum pembelajaran, siswa akan mendapatkan banyak sekali pengetahuan. Selanjutnya siswa dapat menuangkan hasil pengetahuannya dalam bentuk tulisan sehingga kedepannya siswa diharapkan mempunyai ketrampilan menulis dari sumber-sumber pengetahuan, baik dalam bentuk media audio, visual maupun audiovisual, dan hasilnya menjadi sebuah informasi.

Salah satu cara untuk meningkatkan ketrampilan menulis yang dapat penulis lakukan pada kelas VI di sekolah kami SD Negeri Sengi 2 adalah dengan cara pembiasaan membuat satu atau dua paragraph padu pada hari-hari tertentu sebelum pembelajaran dimulai. Pembelajaran dalam bentuk tematik memudahkan penulis untuk melakukan kegiatan tersebut dalam berbagai muatan pelajaran dan berbagai tema yang sesuai pada muatan pelajaran tersebut. Agar kegiatan membuat paragraph lebih menyenangkan bagi siswa, kita dapat membagi siswa dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri atas lima atau enam siswa. Setelah menentukan tema yang akan dibuat, guru memberikan satu lembar kerja kepada ketua kelompoknya. Satu siswa membuat satu kalimat kemudian kertas digeser pada siswa disampingnya dan selanjutnya siswa tersebut juga akan membuat satu kalimat yang padu dengan kalimat sebelumnya. Kertas terus digeser sampai siswa yang terakhir membat kalimat, sehingga dalam satu putaran akan didapakan satu paragraf yang padu. Hal tersebut bisa dilakukan berulang-ulang sesuai dengan jumlah paragraf yang diinginkan. Apabila hal tersebut sudah dikuasai oleh setiap siswa, selanjutnya siswa dilatih untuk menulis secara mandiri atau individu.

Baca juga:  Puzzle Pecahan Tingkatkan Pemahaman Materi Pecahan saat PJJ

Manfaat dari kegiatan berkelompok di atas adalah adanya kerjasama yang harmonis antar anggota kelompok, karena mereka harus membuat kalimat setelah melihat dan membaca kalimat yang dibuat temannya agar menjadi paragraf yang padu. Selain itu adanya peningkatan ketrampilan menulis pada diri siswa dalam membuat paragraf yang padu. Setelah semua siswa menuliskan kalimat dan menjadi satu paragraf, dapat dilanjutkan dengan putaran berikutnya dengan proses yang sama seperti yang pertama, sehingga diperoleh paragraf yang kedua dan akhirnya menjadi sebuah cerita.

Dari hasil kegiatan tersebut dapat penulis sampaikan bahwa dengan kalimat berantai dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membuat paragraf. Kegiatan tersebut sangat menyenangkan dan mengaktifkan siswa serta memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Dengan demikian kalimat berantai dapat dijadikan referensi bagi guru-guru dalam meningkatkan ketrampilan siswa dalam membuat paragraf. (gm1/zal)

Baca juga:  Pentingnya Budaya Literasi di Sekolah

Guru SDN Sengi 2, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya