alexametrics

Membaca Teks Recount Lebih Asyik melalui ICM

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SETIAP jenjang pendidikan memiliki tujuan pembelajaran bahasa Inggris yang berbeda-beda. Adapun tujuan utama belajar bahasa Inggris di tingkat SMP adalah untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tersebut baik dalam bentuk lisan maupun tulis (Agustien, 2004:2).

Menurut tujuan tersebut, peserta didik di tingkat SMP dituntut untuk mampu memahami teks tulis sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Dengan kata lain, siswa harus terampil membaca teks tulis dengan disertai pemahaman terhadap isi teks tersebut.

Akan tetapi dalam praktik pembelajaran di dalam kelas, banyak siswa mengalami hambatan dalam menguasai materi keterampilan membaca teks tulis pendek recount seperti yang tertuang dalam KD 4.14 (kelas 8 semester 2), yaitu, “Menangkap makna teks recount lisan dan tulis, pendek dan sederhana, tentang kegiatan, kejadian, peristiwa.” (Kemendikbud, 20017: 23).

Konsekuensinya, pencapaian hasil belajar siswa terkait dengan materi tersebut belum mencapai hasil yang maksimal. Setelah penulis menyampaikan materi KD 4.14 dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab serta mengadakan ulangan, ternyata hasil belajar siswa masih jauh dari harapan.
Menurut pengamatan penulis, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab masalah di atas. Pertama, penguasaan kosa kata dan tata bahasa siswa masih minim yang menyebabkan siswa gagal dalam membangun piranti kohesi dan koherensi teks sehingga siswa tidak mampu menangkap pesan dari teks yang dibacanya. Kedua, siswa enggan memanfaatkan kamusnya. Ketiga, penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional dan mononton sehingga siswa kurang tertarik dan jenuh dalam KBM.

Baca juga:  Berinovasi dengan Metode Ceramah, Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Berdasarkan deskripsi kesulitan membaca pemahaman di atas, maka diperlukan sebuah metode dan strategi pembelajaran yang efektif dan menarik, yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Index Card Match (ICM). Pembelajaran ICM sangat cocok digunakan untuk menyampaikan materi keterampilan membaca pemahaman karena disamping menarik dan menyenangkan, metode ini menggunakan prinsip pengulangan dan latihan yang dilakukan secara kontinyu (mengulang materi yang telah disampaikan sebelumnya- yaitu mengulang makna kosakata dan dilanjutkan dengan latihan membaca pemahaman yang dilakukan secara berulang). Salah satu unsur yang menentukan keberhasilan dalam membaca pemahaman adalah penguasaan kosakata. Jika siswa telah mempelajari makna kosakata yang dipakai dalam teks yang akan dipelajari dan memori tentang makna kosakata tersebut diperkuat dengan pengulangan, maka dalam pembelajaran inti yaitu membaca pemahaman mereka dapat melaksanakannya dengan mudah dan lancar sehingga dapat menangkap isi teks secara utuh.
Hal tersebut sesuai dengan pendapat Haryadi (2006:5). Menurut beliau untuk dapat terampil membaca siswa harus latihan terus menerus, variatif (berbagai ragam bacaan yang dibaca) dan meningkat (dari yang mudah ditingkatkan ke yang sulit) serta menggunakan kiat atau retorika membaca.

Baca juga:  Mengatasi Learning Loss Siswa Masa PTM Terbatas dengan Metode Talking Stick

Adapun tahap pembelajaran yang pertama adalah siswa menghafalkan sejumlah kosakata yang diambil dari suatu text recount, kemudian sebagian siswa mendapat kartu kosa kata dan sebagian lagi mendapat kartu makna kosa kata. Selanjutnya siswa mencocokkan kartunya masing-masing. Tahap berikutnya siswa saling mencocokkan kartu kalimat. Siswa yang tidak dapat menemukan pasangan kartunya mendapat hukuman menyanyi atau tiru gaya. Di bagian akhir pembelajaran siswa menjawab pertanyaan bacaan dalam kelompok.

Dengan menggunakan ICM, terbukti siswa dapat belajar tanpa beban tetapi justru merasa senang, rileks, ada interaksi antar siswa, antarguru dan siswa yang bersifat personal dan santun, sehingga KBM dapat berjalan secara kondusif, lancar dan memudahkan siswa dalam menguasai materi yang pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. (fj1/ida)

Baca juga:  Supervisi Akademik Memotivasi Guru Menyusun Perangkat Pembelajaran

SMP Negeri 2 Sragi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya