alexametrics

Model Pembiasaan Citang Kalem Genjot Karakter Siswa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Guru adalah orang dewasa yang diharapkan mampu membentuk generasi penerus yang berbudi luhur dan siap menghadapi gelombang kemajuan jaman era globalisasi. Melihat pentingnya membentuk generasi yang berkarakter maka sebagai guru harus menanamkan pembiasaan karakter. Ternyata masih banyak siswa kelas 1 masih terlihat manja dan belum memiliki keberanian untuk berinteraksi dengan orang luar kecuali dengan kedua orang tuanya. Hal ini juga terjadi di SDN Purwosari 01 Mijen Semarang. Banyak siswa yang terlihat masih penuh kemanjaan dengan orang tuanya sehingga ketika mau masuk ruang kelas masih minta di antar orang tuanya menuju ke bangku tempat duduknya.

Pembiasaan merupakan salah satu upaya pendidikan yang baik dalam pembentukan manusia dewasa. Metode pembiasaan adalah sebuah cara yang dipakai pendidik untuk membiasakan anak didik secara berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan dan akan terus terbawa sampai hari tuanya. Dalam kehidupan sehari-hari pembiasaan itu sangat penting, karena banyak orang yang berbuat atau bertingkah laku hanya karena kebiasaan semata-mata.

Baca juga:  Permainan Belajar Bahasa Konstruktivisme Tingkatkan Kemampuan Membaca

Menurut Anis Ibnatul M, dkk (2013: 1) mengatakan bahwa pembiasaan merupakan kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang agar sesuatu tersebut dapat menjadi kebiasaan. Pembiasaan adalah segala sesuatu yang dilakukan secara berulang untuk membiasakan individu dalam bersikap, berperilaku, dan berpikir dengan benar. Dalam proses pembiasaan berintikan pengalaman, sedangkan yang dibiasakan adalah sesuatu yang diamalkan. Kesimpulannya pembiasaan merupakan proses kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang yang bertujuan untuk membuat individu menjadi terbiasa dalam bersikap, berperilaku dan berpikir sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dari proses pembiasaan di sekolah untuk membentuk sikap dan perilaku siswa yang relatif menetap karena dilakukan secara berulang-ulang baik di dalam proses pembelajaran maupun di luar proses pembelajaran.

Baca juga:  Mudahnya Belajar Perbandingan melalui Metode Make a Macth

Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran membaca metode Citang dan Kalem adalah sebagai berikut : 1) Guru berangkat lebih awal. Mengapa guru harus berangkat lebih awal? Ini dilakukan guru untuk memberi teladan bagi siswa kelas 1 untuk terbiasa berangkat lebih awal dan tidak terlambat ke sekolah; 2) Guru melaksanakan Citang. Citang adalah kepanjangan dari cium tangan. Caranya adalah guru berdiri di depan pintu ruang kelas 1. Hal ini dilakukan guru untuk menyambut datangnya siswa kelas 1 untuk berjabat tangan ataupun siswa mencium tangan guru dan guru menggandeng siswa untuk masuk kelas menuju tempat duduk sambil menasehati tentang kebiasaan baik; 3) Guru melaksanakan Kalem. Kalem adalah kepanjangan dari kata lembut. Siswa kelas 1 adalah siswa yang masih lugu belum mampu mendengar kata yang tidak baik ataupun kasar, untuk itu guru menyambut dengan kata-kata yang lembut dengan harapan siswa akan terbentuk kebiasaan berkata lembut di sekolah maupun di rumah ataupun di lingkungan masyarakat.

Baca juga:  Menanamkan Karakter Siswa melalui Pembelajaran Teks Naratif

Ternyata setelah guru kelas I SDN Purwosari 01 melaksanakan pembiasaan Citang Kalem ternyata mampu membentuk pembiasaan berjabat tangan dan berkata lembut di sekolah terutama ketika di berbicara, baik dengan guru maupun berbicara dengan teman-temannya. (on1/ton)

Guru Kelas I SDN Purwosari 01 Kec. Mijen Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya