alexametrics

Belajar Sistem Peredaran Darah Manusia dengan Role Playing

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, IPA merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia. IPA berhubungan dengan mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta–fakta, konsep–konsep atau prinsip–prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi maksimalnya hasil pencapaian pembelajaran di antaranya latar belakang siswa yang bervariatif, serta pemilihan media dan metode pembelajaran yang tepat. Untuk belajar Sistem Peredaran Darah pada Manusia kelas VIII di SMP N 2 Bukateja menggunakan metode Role Playing.

Sandra de Young dalam Nursalam dan Efendi (2008) menyatakan bahwa metode role playing atau dikenal dengan bermain peran merupakan salah satu bentuk drama. Dalam metode ini, siswa diminta untuk bermain suatu drama , secara spontan untuk memperagakan peran–perannya dalam berinteraksi. Peran yang dilakukan berhubungan dengan masalah maupun tantangan dan hubungannya dengan manusia. Fatmawati (2015) menyatakan role playing atau bermain peran merupakan suatu model pembelajaran yang meminta siswa untuk melaksanakan peran sesuai dengan skenario yang telah disusun. Tujuannya untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Santoso (2010 ) menyatakan bahwa bermain peran mendayagunakan pengaruh kinestetik atau gerakan, sebab subyek diminta untuk melakukan suatu peran tertentu.

Baca juga:  Belajar Kegiatan Ekonomi melalui Tugas Proyek

Langkah–langkah metode pembelajaran dengan teknik role playing antara lain : a) Guru perlu untuk menyiapkan tentang skenario yang akan ditampilkan di kelas. b) Guru membentuk siswa dalam kelompok–kelompok yang ingin dicapai melalui kegiatan melaui pembelajaran role playing. c) Guru memberikan penjelasan pada siswa tentang kompetensi–kompetensi yang ingin dicapai melalui kegiatan pembelajaran role playing. d) Kemudian, guru memanggil siswa yang telah ditunjuk untuk memainkan peran sesuai dengan skenario yang telah disiapkan oleh guru. e) Masing–masing siswa berada dalam kelompoknya, kemudian siswa tersebut melakukan pengamatan pada siswa yang sedang memperagakan skenarionya. f) Guru meminta masing–masing kelompok untuk menyusun dan menyampaikan hasil kesimpulan berdasarkan skenario yang dimainkan oleh kelompok yang lain. g) Pada langkah terakhir ini, guru memberikan kesimpulan dari kegiatan role playing yang dilakukan bersama siswa. Kesimpulan yang diberikan guru bersifat umum.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Kerjasama Ekonomi Antarnegara dengan Kuis Siapa Aku

Sesuai urutan metode role playing, maka : a) Siswa absen 1–4 berperan sebagai jantung yang mewakili 4 ruang jantung. Absen 1 mewakili serambi kanan yang menerima darah, diteruskan ke absen 3 sebagai bilik kanan yang menerima darah dari serambi kanan, selanjutnya darah mengalir menuju ke paru–paru yang diwakili absen 5 dan 6. Dari paru–paru, darah mengalir menuju ke serambi kiri yang diwakili oleh absen 2, diteruskan ke bilik kiri yang diperankan oleh absen 4. b) Siswa absen 7 sampai 24 sebagai darah. c) Siswa selebihnya mewakili organ tubuh yang lain yaitu sebagai kepala absen 25-27, tangan absen 28-30 dan kaki absen 31-33. d) Masing–masing kelompok diberi tugas yang berbeda–beda sesuai dengan perannya sebagai organ–organ peredaran darah. e) Masing–masing kelompok untuk mempresentasikan fungsi dari organ peredaran darah sesuai dengan fungsinya. (on1/ton)

Baca juga:  Model PAIKEM dan Media Benang dalam Menentukan Letak Bilangan pada Garis Bilangan

Guru IPA SMP Negeri 2 Bukateja

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya