alexametrics

Seru! Belajar Bangun Ruang Sisi Lengkung dengan Window Shopping

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KARAKTERISTIK matematika yang abstrak minumbulkan mitos negatif yang berkembang di masyarakat bahwa matematika merupakan mata pelajaran pelajaran yang sulit. Sehingga hal itu mempengaruhi potensi peserta didik dalam memahami matematika. Hambatan lain juga berasal dari dalam individu guru maupun peserta didik sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap efektif tidaknya proses belajar mengajar di sekolah. Selain itu masalah yang tidak kalah penting yang terjadi dalam pembelajaran matematika adalah kurangnya interaksi yang terjadi antara peserta didik dengan guru ataupun dengan sesama peserta didik. Umumnya proses belajar mengajar di sekolah sekarang ini masih didominasi oleh peran guru, sehingga peserta didik terlihat pasif. Memang kenyataan proses belajar mengajar matematika yang berlangsung sebenarnya telah melibatkan peserta didik, akan tetapi peserta didik jarang terlibat dalam hal mengajukan pertanyaan, mengutarakan pendapat, ataupun dalam berdiskusi untuk memecahkan masalah. Hal inilah yang menjadi pemandangan pembelajaran matematika di MTs Sholihiyyah Kalitengah Mranggen Demak.

Baca juga:  Pemanfaatan YouTube sebagai Sarana Pembelajaran PPKn di Masa Pandemi

Salah satu solusi pemecahan masalah tersebut adalah melalui penggunaan teknik pembelajaran Window Shopping. Menurut Rahma, (2017) pembelajaran kooperatif Window Shopping adalah strategi layanan berbasis kerja kelompok dengan berbelanja keliling melihat hasil karya kelompok lain untuk menambah wawasannya. Pembelajaran window shopping (belanja hasil karya) akan mengantarkan peserta didik pada penanaman karakter kerjasama, keberanian, demokratis, rasa ingin tahu, interaksi antarteman, dan bertanggung jawab (USAID, 2015). Peserta didik dapat berbelanja secara aktif dan dinamis dengan memajang hasil karya secara kreatif. Kegiatan window shopping dalam pembelajaran akan membuat siswa saling berkomunikasi dalam memahami materi pembelajaran (Suprapto : 2017).

Langkah-langkah pembelajaran Matematika materi Bangun Ruang Sisi Lengkung dengan window shopping berbantuan poster adalah:Peserta didik dibuat menjadi beberapa kelompok. Guru membagi soal pemecahan masalah yang berbeda setiap kelompok. Hasil penyelesaian soal ditulis pada selembar kertas manila atau sejenisnya dan berkreasi dalam bentuk poster. Hasil pekerjaan tiap kelompok dipajang di dinding kelas. Kegiatan inilah yang diumpamakan membuka toko di mall. Didalam kelompok ada anggota kelompok yang bertugas menjaga toko dan yang lainnya berkunjung ke toko kelompok lain. Siswa sebagai pejaga toko diharapkan mampu memberikan penjelasan pada kelompok lain terkait penyelesaian yang dipajang. Pada kegiatan ini munculah aktivitas tutor sebaya. Bagi anggota kelompok yang bertugas berkunjung pada kelompok lain berhak mendapat penjelasan, memberi masukan dan koreksi terhadap pekerjaan kelompok yang dikunjungi.

Baca juga:  Dengan Media Baper Tak Lagi Takut Matematika

Setelah waktu yang ditentukan selesai, peserta didik kembali ke kelompok asal dan bertukar informasi berdasarkan hasil kunjungan. Selanjutnya guru berkeliling untuk mengecek hasil pekerjaan, dan memberi komentar terhadap hasil pekerjaan tiap kelompok. Guru melakukan konfirmasi berupa umpan balik dan koreksi terhadap hasil pekerjaan kelompok. Untuk megetahui pemahaman siswa dilakukan kuis secara individu dengan soal yang tipenya sama dengan soal yang telah dikerjakan oleh semua kelompok.

Penerapan pembelajaan matematika materi bangun ruang sisi lengkung dengan window shopping berbantuan poster pada siswa kelas IX di MTs Sholihiyyah Kalitengah Mranggen Demak sangat tepat. Pada saat proses belajar mengajar peserta didik diberi ruang berkreasi, kebebasan bereksperimen dan mengekpresikan pendapatnya dalam media poster. Peserta didik lebih menguasai materi karena disamping adanya kerja kelompok juga terdapat kegiatan tutor sebaya. Suasana kelas menjadi menyenangkan dan bersemangat karena permainan saling berkunjung dan belanja di toko. Hasil belajar siswapun lebih meningkat baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. (gml1/zal)

Baca juga:  Belajar Teknik Dasar Bola Basket dengan Quiziz

Guru Matematika MTs Sholihiyyah Kalitengah Mranggen Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya