alexametrics

Lari Cepat karena Didukung Kesegaran Jasmani

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan,yang memfokuskan pengembangan aspek kebugaran jasmani,keterampilan gerak,keterampilan berfikir kritis,stabilitas emosional,keterampilan sosial,penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani (Depdiknas, 2003: 5). Peningkatan tersebut ditata dalam sebuah kurikulum yang baik,sehingga dalam prosesnya harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan aturan dalam kurikulum yang dibuat. Kurikulum sekarang yang digunakan adalah Kurikulum 13 (K-13).

Menurut Jumadi (2015: 2), Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan,aspek keterampilan,aspek sikap,dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan, sehingga tiap sekolah memiliki warna yang berbeda-beda dalam mengimplementasikan. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata siswa serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal. Hal tersebut juga berlaku pada semua mata pelajaran tidak terkecuali PJOK. Namun dalam kenyataan di lapangan hasil pembelajaran jasmani di SMPN 1 Rowosari, Kendal, khususnya nomor lari cepat (sprint) masih dibawah harapan guru. Hal tersebut ditunjukan dengan hasil belajar gerak lari cepat dibawah KKM yang ditentukan yaitu kurang dari 75 berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya.

Baca juga:  Membangun Budaya Baca Anak melalui WhatsApp

Pembelajaran lari cepat merupakan cara atau dasar-dasar yang harus dikuasai setiap siswa ketika akan melakukan lari cepat, karena dalam lari cepat dibutuhkan unsur-unsur kesegaran jasmani diantaranya reaksi,percepatan,kecepatan, kelincahan, power, keseimbangan, dan konsentrasi. Selain itu, penekanan gerakan lari cepat adalah pada kecepatan dan daya tahan yang ditentukan dengan jarak. Tujuan dari pembelajaran lari cepat adalah agar siswa dapat melakukan lari cepat dengan tepat dan sempurna.

Gerak dasar lari cepat merupakan mata pelajaran yang diajarkan di SMPN 1 Rowosari,Kendal. Dalam praktik pembelajaran lari di sekolah,proses pembelajaran yang sering dilakukan guru hanya menggunakan metode demontrasi. Guru hanya menekankan pada pencapaian hasil, tanpa berusaha memperbaiki metode pembelajaran yang digunakan. Hal ini terlihat dalam proses pembelajaran gerak dasar lari cepat di sekolah dalam melakukan pembelajaran gerak dasar lari cepat, guru hanya memberikan materi dan disuruh untuk melakukan berulang-ulang kemudian mengevaluasinya.

Baca juga:  Melatih Kepedulian Sosial di Tengah Pandemi dengan Aqiqah dan Kurban

Metode pembelajaran yang mengutamakan hasil ternyata kurang menarik dan membosankan bagi siswa, dikarenakan gerakan lari merupakan aktivitas yang sering dilakukan siswa saat jam istirahat, sehingga pada saat pembelajaran siswa malas untuk melakukan gerakan lari yang pada akhirnya hasil belajar kurang optimal. Pembelajaran lari cepat yang membosankan akan menurunkan gairah belajar siswa, apabila gairah belajar siswa menurun sehingga harapan untuk meningkatkan gerak dasar lari cepat akan berkurang. Pada prinsipnya kemampuan gerak dapat dicapai dengan cara mengulang-ulang gerakan. Selain itu, metode pembelajaran yang kurang tepat berdampak pada menurunnya aktivitas dan sikap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran lari cepat, sehingga pembelajaran lari cepat kurang optimal.

Baca juga:  Penggunaan Media E-Book Pendukung Pembelajaran Jarak Jauh

Berdasarkan uraian di atas, maka untuk meningkatkan hasil gerak lari cepat, guru harus berinovasi dan mencari suatu pendekatan pembelajaran yang dapat mendukung pencapaian tujuan pendidikan jasmani. Dalam memilih pendekatan pembelajaran harus sesuai dengan karakteristik siswa , menyenangkan dan membuat siswa lebih aktif dalam belajar. Pendekatan pembelajaran yang sesuai adalah dengan pendekatan bermain. (ikd2/zal)

Guru PJOK SMPN 1 Rowosari, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya