alexametrics

Asyik Belajar Tekanan dengan Roket Air

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID MATA pelajaran (mapel) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMP 2 Brangsong dianggap kurang menarik oleh siswa, khususnya materi tentang tekanan. Hal ini dapat ditunjukkan melalui daya serap penilaian harian siswa kelas VIIIG masih rendah.

Rendahnya hasil evaluasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya metode pembelajaran konvensional yang diterapkan selama ini. Metode pembelajaran masih menggunakan metode ceramah yang divariasikan dengan metode diskusi belum menekankan pada proses berpikir secara mandiri. Sebab pembelajaran ceramah dan diskusi di kelas masih didominasi oleh guru.
Pembelajaran juga masih mengandalkan text book oriented hanya sekedar menjejalkan ide-ide abstrak, sehingga siswa cenderung memorizing not understanding, siswa tidak mengalami sendiri. Itulah yang menjadi problem selama ini. Siswa tidak dilibatkan dalam kegiatan pembelajaran, siswa hanya pasif menerima materi, pengetahuan, keterampilan hanya sebagai teori.

Baca juga:  Tingkatkan Aktivitas melalui Model Pembelajaran Picture and Picture

Dari metode pembelajaran yang masih konvesional tersebut, akibatnya siswa kurang antusias, kreatif, inovatif dan membosankan, sehingga siswa sulit untuk menerima materi yang disampaikan oleh guru.

Dalam pembelajaran IPA, guru harus cermat dan tepat dalam memilih strategi atau metode pembelajaran yang efektif dan efisien. Metode tersebut harus disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan ke siswa. Melalui metode pembelajaran demonstrasi dalam permainan roket air ini, siswa diajak langsung secara aktif dan merdeka dalam kegiatan proses pembelajaran itu. Diharapkan siswa ikut terlibat membuat, melakukan percobaan, berinteraksi, dan berkomunikasi dengan siswa lain sehingga akan memunculkan ide-ide, antusiasme, kreatif dan inofatif siswa.
Sebagai guru IPA, penulis mencoba menerapkan permainan Roket Air untuk mempermudah memahami materi tekanan. Pada prinsipnya kerja sebuah roket air adalah sebuah botol akan meluncur, bila botol tersebut diberi tekanan yang tinggi (dari pompa) dan di dalamya diberi air untuk menghasilkan tenaga semburan yang lebih besar. Prinsip kerja tersebut mengacu kepada hukum ketiga Newton (Hukum Aksi –Reaksi). Gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris.

Baca juga:  Belajar Pemanfaatan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat dengan CTL

Di dalam pembelajaran yang dikemas dengan permainan ini, siswa akan lebih mudah menerima materi konsep tekanan dan menpunyai pengalaman, karena siswa ikut terlibat dalam kegiatan pembelajaran tekanan. Dari pembelajaran demostrasi permainan Roket Air ini diharapkan setiap siswa mempunyai pengalaman dan mampu memahami dan menyimpulkan konsep tekanan sekaligus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (dar1/ida)

Guru IPA SMP 2 Brangsong Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya