alexametrics

Pembelajaran Online di Masa Pandemi Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 yang sekarang melanda seluruh dunia berimbas pada berbagai bidang kehidupan umat manusia. Kesehatan, perdagangan, industry, pariwisata, pendidikan, semuanya terdampak oleh wabah ini. Jumlah korban di seluruh dunia diperkirakan sudah mencapai angka sekitar 2 juta orang positif terjangkit dan yang meninggal sudah 200 ribuan orang. Belum lagi dampak ekonomi yang juga besar sehingga beberapa negara harus mengalihkan anggarannya untuk menghentikan wabah ini.

Para ahli kesehatan di seluruh dunia sampai saat ini masih berjuang mengatasi wabah dengan cara memberikan pengobatan, mengisolasi, menemukan vaksin dan obat, serta aktivitas lain untuk menghentikannya. Para tenaga medislah yang pada akhirnya menjadi garda terdepan dalam mengatasi wabah ini sehingga dukungan masyarakat yang peduli dari pemberian donasi, alat pelindung diri, sampai alat-alat kesehatan terus mengalir hingga saat ini. Peran pemerintah dalam menangani wabah juga tidak kecil, mulai dari penerbitan protokol kesehatan, karantina wilayah, pembatasan social berskala besar (PSBB), pengalihan anggaran untuk kesehatan dan ekonomi, pengamanan dengan melibatkan peran serta TNI dan Polri, dan sebagainya. Sayangnya masih ada sebagian masyarakat yang kurang peduli dengan yang sudah diminta pemerintah.
Di bidang pendidikan, dalam hal ini adalah sekolah, juga mengalami hal sama. Para pemangku kepentingan berusaha keras agar proses kegiatan belajar mengajar dapat berjalan walau dengan penuh keterbatasan. Sampai pada akhirnya keluar kebijakan agar siswa belajar di rumah, guru melaksanakan proses pembelajaran dilakukan dari rumah secara daring, Ujian Nasional, kegiatan ekstrakurikuler, studi wisata, dan kegiatan-kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan di sekolah maupun di luar sekolah harus dihentikan.

Baca juga:  Belajar Struktur Rangka Manusia Lebih Asyik dan Menarik dengan Media AR

Sebenarnya pemerintah sudah memberikan beberapa alternatif agar peserta didik dapat belajar menggunakan aplikasi yang secara gratis bisa diperoleh dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada juga beberapa aplikasi pembelajaran gratis yang sengaja disediakan oleh aplikator untuk aktif berpartisipasi dalam mengatasi kekurangan kegiatan pembelajaran. Lalu bagaimana agar guru tetap bisa melaksanakan kegiatan pembelajarannya?
Guru juga bisa menggunakan beberapa metode pembelajaran daring yang sesuai dengan kemampuannya. Misalnya untuk pengumpulan tugas berupa kuis atau penilian harian guru dapat menggunakan aplikasi Google Drive. Untuk kelas virtual, Google sudah memberikan ruang pada Google Classroom. Untuk kegiatan pertemuan secara daring Google juga sudah menyediakan fasilitas Google Meet. Aplikasi Zoom dan Webex Cisco juga bisa menjadi alternative untuk melakukan kegiatan tatap muka secara daring.

Baca juga:  Optimalkan Pembelajaran KPK dan FPB dengan SFE

Dengan adanya proses pembelajaran secara daring tentu akan ada beberapa penyesuaian dalam pengelolaannya oleh sekolah. Termasuk di SMPN 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Di antaranya sekolah dapat membuat jurnal aktifitas guru dan tenaga pendidik selama pandemic Covid-19, pemantauan kegiatan belajar peserta didik oleh wali kelas/guru, dan aktifitas pembelajaran dari rumah oleh guru (misalnya pada hari tertentu melaksanakan kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, penyusunan bahan ajar, melaksanakan pembelajaran online, melaksanakan penilaian, dan sebagainya).

Melihat kebutuhan akan pembelajaran daring, Pemerintah merespon dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 19 tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler. Dana BOS sekarang dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik, bahkan peserta didik. Pembiayaan administrasi sekolah dapat digunakan untuk pembelian cairan antiseptic, sabun pembersih tangan, masker, dan alat penunjang kesehatan lainnya. Tentu semua itu digunakan untuk tujuan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid)-19. Semoga pandemic ini segera hilang di muka bumi ini dengan usaha dan doa kita semua. (pkl2/ida)

Baca juga:  Membaca Permulaan Efektif selama Pandemi Covid-19

Guru IPA SMPN 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya