alexametrics

Belajar Lafal Doa setelah Salat Fardhu dengan Metode Discovery Learning

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Fikih adalah mata pelajaran yang dianggap sulit bagi sebagian orang. Hal tersebut tak lepas dari bidang kajian Fikih yang dominan tentang hukum dan permasalahan. Sebagian orang menganggap pembelajaran Fikih kelihatan sulit dan perlu kerjasama dengan wali murid dan mempraktikkan dalam mempelajarinya. Pembelajaran Fikih memang bersifat abstrak sehingga butuh perantara atau media khusus dalam mengajarkan Fikih. Melihat kondisi tersebut, maka perlu adanya usaha dari para pendidik, khususnya dalam hal strategi pembelajaran, di mana dalam penyampaian materinya disisipi pula dengan manfaat dan hubungannya dengan kehidupan para siswa.

Mempelajari lafal doa setelah salat fardhu pada pelajaran Fikih seharusnya menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan, karena nantinya akan diimplementasikan dalam kehidupan siswa. Namun kenyataannya dalam pembelajaran di kelas siswa masih kurang memahaminya dikarenakan kurang tertarik. Seperti yang terjadi pada siswa kelas II (dua) MIN 1 Kendal di mana tingkat pemahamannya masih sederhana diperlukan model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan agar siswa merasa tidak terbebani dalam belajarnya. Siswa juga tidak beranggapan bahwa pelajaran Fikih merupakan pelajaran yang kurang menarik atau sulit karena berhubungan dengan praktik.

Baca juga:  Tingkatkan Aktivitas Siswa dengan Discovery Learning

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang dalam penerapannya dapat menghubungkan antar konsep yang diajarkan dan kehidupan, seperti yang telah kita kenal salah satunya adalah model pembelajaran Discovery Learning.

Metode Discovery Learning merupakan metode pengajaran modern yang dilakukan dengan mengembangkan cara belajar siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan pemahaman yang lebih baik. Siswa mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri, sehingga dapat diingat lebih baik. Strategi ini dinamakan strategi penemuan. Siswa menjadi lebih aktif mencari, memahami, dan menemukan jawaban atau materi terkait. Siswa juga mampu menganalisa pengetahuan yang diperolehnya kemudian ditransfer kepada masyarakat.

Berikut ini langkah-langkah dalam mengaplikasikan model Discovery Learning di kelas sebagai berikut: Pertama, Menentukan perencanaan; Kedua, Menentukan tujuan pembelajaran; Ketiga, Melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal, minat, gaya belajar, dan sebagainya); Keempat, Memilih materi pelajaran; Kelima, Menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswa secara induktif (dari contoh-contoh generalisasi); Keenam, Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari siswa; Ketujuh, Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik sampai ke simbolik; Kedelapan, Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa.

Baca juga:  Metode Discovery Learning Tingkatkan Belajar Tokoh dan Penemuan

Dengan model pembelajaran Discovery Learning siswa akan mendapatkan pengalaman serta kesan baru setelah menemukan kesenangan belajar yang tanpa beban karena mereka melakukannya sendiri, akhirnya ia akan selalu teringat akan apa yang sudah dipelajarinya. Pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Dengan demikian tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. (ikd2/ton)

Guru Kelas II MIN 1 Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya