alexametrics

Asyiknya Bergotong Royong dalam Aplikasi Nilai Instrumental

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Materi hak dan kewajiban warga negara dalam nilai Instrumental sila-sila Pancasila menuntut bagaimana setiap warga negara dapat mengaplikasikan dalam kehidupan nyata. Agar pembelajaran di kelas XII IPS 2 SMA N 1 Pegandon tersebut dapat langsung diaplikasikan oleh setiap siswa maka saya sebagai guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mencari cara yang paling mudah dan dalam waktu kegiatan pembelajaran di sekolah.

Para siswa bekerja sama dan bergotong royong untuk dapat membuat sautu Tanaman Obat Sekolah (Tosa ). Mulai dari membersihkan lokasi yang akan digunakan sebagai tempat tanaman obat tersebut. Anak dibagi, tugas ada yang membersihkan rumput, menggemburkan tanah, menata tempat tanaman dan menyapu. Dengan harapan ada gotong royong yang baik antarsesama siswa di bawah ajakan seorang guru.

Baca juga:  Menstimulasi Aktivitas Senam Irama dengan Rangku Alu

Di sisi lain siswa membawa tanaman yang akan ditanam di tempat tersebut dengan berbagai variasi tanaman yang mudah didapat atau dimiliki siswa. Hal itu diharapkan tidak membuat siswa mengeluarkan biaya dalam bergotong-royong di sekolah. Sambil menciptakan suasana di lapangan sehingga anak tidak selalu berada di dalam ruang kelas tetapi ada bukti nyata yang dilakukan siswa. Justru pencapaian hasil bisa maksimal. Anak senang tapi hasil juga menyenangkan. Salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah tersebut akan sangat membuat kesan yang menyenangkan dan tercapai kompetensi dengan baik. Karena siswa mengalami secara langsung dan nyata. Adapun tanaman yang dibawa siswa di antaranya adalah lidah buaya, sere, kunir, jahe, kencur , binahong, sirih dan masih ada yang lainnya.

Baca juga:  Gotong-Royong Wujudkan Program Unggulan

Pengaturan tempat penanaman yaitu di tanam sesuai jenis dalam tiap kelompok tanaman. Sehingga akan dengan mudah kelihatan ada kelompok tanaman sere, kelompok tanaman lidah buaya, dan lain sebagainya. Kemudian untuk pemeliharaan, saya membagi setiap hari beda-bada kelas dan saya percayakan untuk masing-masing kelas secara bergantian. Tapi alhamdulillah masing-masing kelas punya tanggung jawab yang baik untuk memeliharanya. Melalui jiwa dan gotong royong serta solidaritas yang tinggi dapat mencapai hasil yang maksimal. Sebenarnya banyak yang dapat dilaksanakan sebagai aplikasi nilai instrumental tersebut misalnya salat berjamaah, salat duha dan lain sebagainya.

Saya berharap semakin banyak yang dapat dilakukan di sekolah sebagai aplikasi dari pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan maka semakin banyak hasil untuk pribadi siswa dan sekolah pada umunya. Mudah-mudahan dengan berawal dari Tanaman Obat Sekolah (Tosa ) sebagai hasil karya siswa dapat menyusul karya-karya yang lain dalam mata pelajaran yang saya ampu. Hal ini diperlukan kreasi dan inovasi dalam pembelajaran mendatang sehingga siswa tidak bosan dan ingin meningkatkan kompetensi dalam materi yang berbeda. Hal-hal yang baru akan semakin membuat penasaran dari siswa.

Baca juga:  Pondasi SD Ambles Timpa Rumah Warga

Dari Tanaman Obat tersebut nantinya agar dapat di manfaatkan oleh warga sekolah dengan baik sesuai dengan kebutuhannya dan sesuai dengan manfaat masing-masing tanaman. Untuk para siswa karyamu kami tunggu, semangat berkreasi. (ikd2/ton)

Guru PPKn SMA Negeri 1 Pegandon

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya