alexametrics

Model Inkuiri Terbimbing Berbasis Lingkungan Meningkatkan Hasil Belajar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran menuntut guru untuk memiliki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pemilihan model pembelajaran perlu dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, hal ini disebabkan karena model pembelajaran mampu meningkatkan motivasi dan daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru IPA kelas VII di SMP Negeri 2 Kaliwungu, pembelajaran IPA masih didominasi oleh aktifitas guru. Proses belajar mengajar di kelas hanya terpusat pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Kegiatan belajar mengajarnya hanya berpegang pada buku pelajaran sehingga pembelajaran masih terkesan abstrak, serta kurangnya variasi pemilihan model pembelajaran yang digunakan.

Seorang guru harus melakukan pemilihan model yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran, karena model dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan jenis-jenis model yang ada, salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing.

Baca juga:  Asyiknya Permainan Smart Sheet pada Materi Lembaga Keuangan

Model pembelajaran inkuiri sebagai rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis dan analisis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. (Gulo dalam Trianto, 2007).

Kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan, siswa secara aktif melakukan pembuktian berdasarkan masalah yang dihadapkan padanya sehingga siswa memiliki pengalaman secara langsung dalam membangun pengetahuannya. Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan ini siswa secara aktif dilibatkan dalam proses pembelajaran melalui kegiatan percobaan untuk menemukan pengetahuannya dan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajarnya.

Pendekatan inkuiri (pengajuan pertanyaan, penyelidikan) dan discovery (penemuan) dalam belajar penting dalam proses pemecahan masalah. Ada tiga tahap dalam proses pemecahan masalah melalui inquiry, pertama adanya kesadaran bahwa ada masalah. Hal ini merupakan faktor yang memotivasi siswa untuk melanjutkan dengan merumuskan masalah (tahap kedua), pada tahap ini masalah dirumuskan dan timbul gagasan-gagasan sebagai strategi kemungkinan pemecahan. Melalui inkuiri informasi mengenai masalah dihimpun. Tahap ketiga adalah mencari atau menjajaki (searching).

Baca juga:  Galery Walk Tingkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar

Pokok-pokok yang harus dipenuhi oleh guru dalam pengalaman belajar inkuiri adalah : 1) Berilah pengalaman permulaan untuk menarik minat siswa agar menanyakan mengenai suatu masalah, konsep, situasi atau gagasan, antara lain dengan penggunaan media, bermain peran dan demonstrasi. 2) Berilah siswa materi pelajaran dan situasi yang memungkinkan penyelidikan (eksplorasi). 3) Sediakan sumber-sumber informasi dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada di masyarakat. 4) Sediakan peralatan untuk merangsang siswa melakukan eksperimen (percobaan). 5) Sediakan waktu untuk berdiskusi, bereksperimen, mencoba-coba dan sebagainya. 6) Berilah bimbingan dan perhargaan terhadap pemecahan yang dapat diterima dan terhadap strategi pemecahan. 7) Berilah dorongan dan penghargaan terhadap pemecahan yang dapat diterima dan terhadap strategi pemecahan (Munandar, 1999).

Baca juga:  Bermain di Alam Tumbuhkan Minat Belajar Perkembangbiakkan Makhluk Hidup

Berdasarkan hasil penelitian di atas maka simpulan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1) Penerapan model inkuiri terbimbing berpengaruh positif terhadap berpikir kritis siswa. Kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan sesudah diberi perlakuan. 2) Penerapan model inkuiri terbimbing berpengaruh positif terhadap hasil kognitif siswa. Hasil kognitif siswa mengalami peningkatan sesudah diberi perlakuan. (pgn1/ton)

Guru IPA Terpadu SMP Negeri 2 Kaliwungu

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya