alexametrics

Metode Memancing Cara Asyik pada Pembelajaran Matematika

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Matematika membuat siswa dapat berfikir logis, kritis, analisis dan rasional. Maka dari itu, siswa dituntut terampil dalam berhitung dan memahami konsep. Banyak masalah yang dihadapi dalam pembelajaran matematika. Penyebab masalah ini dari diri siswa sendiri atau kurang terampilnya guru dalam cara penyampaian materi, sehingga kurang tercapainya hasil belajar yang diinginkan.

Dari diri siswa lemah dalam perhitungan dasar matematika, banyak hafalan rumus dan menganggap matematika merupakan momok yang menakutkan sehingga sebagian besar mereka malas dan tidak tertarik. Bahkan kalau bisa mereka akan menghindar dari mata pelajaran tersebut. Dengan adanya masalah yang demikian guru memilih cara penyampaian yang tepat pula yaitu dengan metode permainan memancing.

Model pembelajaran metode permainan memancing yang dimaksud adalah siswa memancing soal-soal matematika. Permainan memancing ini sangat mudah dilakukan dan menimbulkan antusiasme yang tinggi, karena siswa diajak bermain sekaligus belajar. Soal matematika yang awalnya membosankan menjadi terasa menyenangkan. Permainan memancing soal matematika dibuat dengan cara yang sangat sederhana dan bahan–bahan yang mudah didapat. Seperti magnet yang bisa dibeli di toko-toko permainan, kertas kosong yang telah dipotong kecil-kecil menjadi segi empat, segitiga, lingkaran atau bentuk apapun, yang sekaligus mengajarkan siswa mengenai materi bangun datar.

Baca juga:  Pembelajaran Induksi Matematika Efektif melalui Trade a Problem

Pada potongan kertas tersebut ditulisi soal matematika yang bervariasi modelnya. Peralatan lain berupa peniti yang digunakan untuk mengkaitkan soal, tali yang ujungnya diikat dengan magnet, dan kayu yang digunakan sebagai kail. Model pembelajaran metode memancing ini guru terapkan pada kelas III MI NU 41 Tambaksari dengan harapan siswa mampu mengikuti proses pembelajaran dengan antusias sehingga dapat meningkatkan partisipasi siswa, sifat kritis dan analisis siswa menjadi meningkat.

Adapun langkah-langkahnya ada empat komponen utama dalam penerapan metode permainan memancing. Pertama, yang perlu dilakukan adalah guru membuat batas kolam (bisa menggunakan tali rafia), kemudian letakkan soal–soal di tengah dengan cara disebar. Kedua, letakkan kail di samping batas kolam. Ketiga, berikan pengarahan tentang peraturan yang harus ditaati pada saat permainan memancing soal dimulai. Peraturan yang ditetapkan adalah sebagai berikut, siswa dilarang masuk ke dalam pembatas kolam, hanya diperbolehkan diluar pembatas kolam, Siswa mengambil kail yang sudah disediakan. Siswa hanya boleh mengambil satu soal setiap kali memancing. Siswa mengerjakan soal yang didapat. Setelah soal selesai dikerjakan kemudian dikembalikan lagi ke kolam sebelum mengambil kail untuk memancing lagi. Apabila siswa mendapat soal yang sudah pernah dikerjakan maka dikembalikan lagi kekolam dan mengambil lagi soal yang lain, begitu seterusnya sampai batas waktu yang ditentukan habis. Keempat, adalah tahap evaluasi dengan menanyakan jumlah soal yang dapat dikerjakan, kemudian mengoreksi dan mengumumkan siapa yang paling banyak mengerjakan soal, memberikan hadiah kepada siswa yang terbanyak mengerjakannya.

Baca juga:  Discovery Learning Tingkatkan Hasil Belajar Rangkaian Listrik Sederhana

Melalui pembelajaran model permainan memancing, memberikan banyak manfaat pada siswa MI NU 41 Tambaksari, di antaranya, pertama, antusiasme siswa yang tinggi. Terbukti dengan meningkatnya jumlah soal yang dapat dikerjakan dalam waktu yang lebih singkat. Kedua, keaktifan siswa meningkat. Terbukti dengan siswa yang biasanya hanya diam dan duduk dengan metode ini siswa menjadi lebih ceria dan aktif. Ketiga, dapat menciptakan persaingan yang sehat antarsiswa yang secara tidak langsung muncul dari model tersebut. (pgn2)

Guru MI NU 41 Tambaksari

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya