alexametrics

Make A Match Tingkatkan Pemahaman Sistem Pengapian Konvensional

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BANYAK variasi model pembelajaran yang digunakan agar proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk mengatasi keterbatasan sarana dan peserta didik yang kurang aktif dalam proses pembelajaran adalah melalui metode permainan yakni make a match. Dalam metode make a match setiap peserta didik mencari pasangan sambil mempelajari suatu konsep atau topik tertentu dalam suasana yang menyenangkan (Miftahul Huda, 135:2011).

Menurut Suprijono (2009:94) hal-hal yang perlu dipersiapkan jika pembelajaran dikembangkan dengan make a match adalah kartu-kartu. Kartu-kartu tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan dan kartu-kartu lainnya berisi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Model pembelajaran make a match merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran kooperatif peserta didik belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil dan saling membantu satu sama lain.

Pelaksanaan model make a match harus didukung dengan keaktifan peserta didik untuk bergerak mencari pasangan dengan kartu yang sesuai dengan jawaban atau pertanyaan dalam kartu tersebut. Peserta didik yang aktif dalam mengikuti pembelajaran model make a match dapat mempunyai pengalaman belajar yang bermakna.

Baca juga:  Menulis Teks Deskripsi dengan Mind Mapping

Langkah langkah model make a match dalam pembelajaran cara kerja rangkaian sistem pengapian konvensional pada mobil yang diterapkan di SMKN 4 Kendal adalah Guru memberikan materi pemahaman materi cara kerja rangkaian sistem pengapian konvesional pada mobil. Guru menyiapkan kartu-kartu, diantaranya kartu yang berisi gambar komponen rangkaian sistem pengapian konvensional dan kartu yang berisi nama komponen, fungsi dan cara kerja dari gambar komponen pada kartu soal tersebut. Guru membagi peserta didik dalam satu kelas menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok pembawa kartu berisi pertanyaan. Kelompok kedua merupakan kelompok pembawa kartu berisi jawaban. Kelompok ketiga merupakan kelompok penilai.

Guru mengatur posisi kelompok-kelompok tersebut membentuk huruf U. Kelompok pertama dan kedua berjajar saling berhadapan. Guru memberikan tanda dengan menggunakan peluit sebagai tanda agar peserta didik mencari pasangan. Kelompok pertama maupun kelompok kedua saling bergerak mereka bertemu, mencari pasangan jawaban-jawaban yang cocok. Hasil diskusi ditandai oleh pasangan-pasangan antara anggota kelompok pembawa kartu jawaban. Pasangan-pasangan yang sudah terbentuk wajib menunjukkan jawaban kepada kelompok penilai. Kemudian kelompok membaca apakah pasangan pertanyaan dan jawaban yang dipegang cocok atau tidak. Jika cocok maka diberi poin oleh penilai, tetapi jika tidak cocok, maka tidak mendapat poin. Setelah penilaian dilakukan, kelompok pertama dan kelompok kedua bersatu kemudian memposisikan diriya menjadi kelompok penilai. Kelompok penilai pada sesi pertama dipecah menjadi dua, sebagian memegang kartu pertanyaan dan sebagian lainnya memegang kartu jawaban. Setelah itu kembali ke langkah 5 sampai 9.

Baca juga:  Menyenangkan, Menyusun Peta Konsep dengan Permainan Remi

Jadi, model pembelajaran kooperatif teknik make a match pada materi identifikasi dan cara kerja menu rangkaian sistem pengapian konvensional pada mobil, menuntut peserta didik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Peserta didik terlibat aktif mencari penyelesaian dari kartu soal dan kartu jawaban materi identifikasi dan cara kerja menu rangkaian sistem pengapian konvensional pada mobil yang ada di hadapannya dan menilai hasil jawaban temannya sehingga peserta didik mengalami pembelajaran yang bermakna.

Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe make a match antara lain: Dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik. Karena terdapat unsur permainan, metode ini menyenangkan. Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari dan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Efektif sebagai sarana melatih keberanian peserta didik untuk tampil presentasi. Efektif melatih kedisiplinan peserta didik menghargai waktu untuk belajar.
Kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe make a mach: Jika strategi ini tidak dipersiapkan dengan baik, akan banyak waktu yang terbuang. Jika guru tidak mengarahkan peserta didik dengan baik, maka banyak peserta didik yang kurang memperhatikan pada saat presentasi. Menggunakan metode ini secara terus menerus akan menimbulkan kebosanan. (pgn1/zal)

Baca juga:  Ingin Lancar Menulis Cerpen? Kuasai ATM

Guru SMKN 4 Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya