alexametrics

Kebahagiaan Belajar Menulis Puisi dengan Media Film

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses menulis kreatif dengan membuat puisi merupakan salah satu keterampilan bidang apresiasi sastra yang harus dikuasai oleh peserta didik SMK. Di dalam kurikulum bahasa Indonesia yang tertera dalam silabus semester genap bahasa Indonesia kelas X SMK K.D. 3.17. Menganalisis unsur pembangun puisi. Materi menulis kreatif puisi terdapat pada pembelajaran kelas X. Yakni mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi dengan memerhatikan diksi, imaji, diksi, kata konkret, gaya bahasa, rima/irama, tipografi, tema/makna (sense); rasa (feeling), nada (tone), dan amanat/tujuan/maksud (itention).

Setelah menulis puisi peserta didik juga harus bisa mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi puisi yang telah ditulis. Tetapi, kenyataannya pembelajaran menulis puisi di sekolah masih banyak mengalami kendala dan cenderung dihindari. Pembelajaran menulis puisi di SMK bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi karya sastra. Hal itu berkaitan erat dengan latihan mempertajam perasaan, penalaran, dan daya khayal, serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya, dan lingkungan hidup.

Baca juga:  Efektifkan Menulis Puisi melalui Teknik Brain Write

Pembelajaran puisi dalam buku bahasa Indonesia kelas X SMK Kurikulum 2013 edisi revisi 2018 terdapat dalam BAB VIII MENDALAMI PUISI. Peserta didik diberikan contoh puisi dari sastrawan Indonesia W.S. Rendra yang berjudul Sajak Anak Muda. Puisi sebagai karya sastra puitis sudah pasti mengandung arti keindahan yang khusus untuk puisi.

Saat ini jika peserta didik jika disuguhkan materi tentang puisi yang terbersit di otak dan benaknya pasti tentang cinta dan kalimat yang mendayu-dayu. Istilah anak zaman now adalah bucin (budak cinta). Karena anak sekarang lebih mengerti puisi dari media sosial maupun media elektronik seperti televisi yang mana puisi hanya dijadikan bahan rayuan dan gurauan semata.

Padahal puisi juga dapat dijadikan media untuk mengkritik atau mengungkapkan perasaan gundah gulana tentang keadaan saat ini, tentang politik, sosial, dan budaya.
Sulit memberikan definisi puitis, sulit pula menguraikan bagaimana sifat-sifat yang disebut puitis. Sesuatu (khususnya puisi) disebut puitis jika dapat membangkitkan perasaan, menarik perhatian, menimbulkan tanggapan yang jelas, dan secara umum bila hal itu menumbuhkan keharuan.

Baca juga:  PjBL Meningkatkan Keaktivan Siswa Materi Pewarisan Sifat Makhluk Hidup

Permasalahan di SMK Negeri 1 Lebakbarang, minat siswa dalam pembelajaran menulis puisi masih rendah. Guru menggunakan metode ceramah dan kurang memakai metode yang lebih menarik dalam pembelajaran menulis puisi. Peserta didik juga kesulitan menentukan tema puisi.

Media film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame di mana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup. Film bergerak dengan cepat dan bergantian sehingga memberikan visual yang kontinyu. Atau film adalah serangkaian gambar yang diproyeksikan ke layar pada kecepatan tertentu sehingga menjadikan urutan tingkatan yang berjalan terus, menggambarkan pergerakan yang tampak normal. Film pada hakikatnya penemuan baru dalam interaksi belajar mengajar yang mengombinasikan dua macam indera pada saat yang sama. Film merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran.

Baca juga:  Aktifkan Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Strategi Card Sort

Pada saat awal pertemuan materi BAB VIII MENDALAMI PUISI, peserta didik diputarkan pembacaan puisinya W.S. Rendra yang berjudul Sajak Anak Muda. Peserta didik tertarik saat melihat film pembacaan puisi W.S. Rendra. Menggunakan film dalam pendidikan dan pengajaran puisi di kelas sangat bermanfaat terutama untuk mengembangkan pikiran dan pendapat peserta didik. Menambah daya ingat pada pelajaran, dan mengembangkan daya fantasi peserta didik, serta menumbuhkan minat dan motivasi belajar.

Terbukti setelah menonton film baca puisi W.S. Rendra, peserta didik mampu mempresentasikan, menanggapi, dan merevisi puisi yang telah ditulis sendiri. (pkl2/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 1 Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya