alexametrics

Integrasi Pembelajaran Berbasis Masalah dan Kolaborasi pada Sistem Pencernaan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran berbasis masalah ataau yang biasa dikenal Problem Based Learning (PBL) merupakan sebuah model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang siswa untuk belajar lebih kreatif. Menurut Kamdi (2007: 77), Problem Based Learning merupakan model kurikulum yang berhubugan dengan masalah dunia nyata siswa. Masalah yang diseleksi mempunyai dua karakteristik penting yaitu masalah harus autentik yang berhubungan dengan kontek sosial siswa dan yang kedua masalah harus berakar pada materi subjek dari kurikulum.

Terdapat tiga ciri utama dari model PBL yaitu pertama, Problem Based Learning merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi PBL ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. Siswa tidak hanya mendengar, mencatat, kemudian menghafal materi pelajaran, tetapi melalui model PBL siswa menjadi aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, dan akhirnya membuat kesimpulan. Kedua, aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. Problem based learning ini menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya tanpa masalah pembelajaran tidak akan mungkin bisa berlangsung. Ketiga, pemecahan masalah menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah.

Baca juga:  Google Classrrom sebagai Altenatif Pembelajaran Jarak Jauh

Collaborative Learning atau pembelajaran kolaborasi merupakan pendekatan pendidikan untuk pengajaran dan pembelajaran yang melibatkan kelompok siswa yang bekerja bersama menyelesaikan masalah, menyelesaikan tugas, membuat kesimpulan, menyusun laporan secara kelompok atau bahkan membuat suatu produk. Siswa akan saling belajar satu sama lain dalam kelompoknya untuk menemukan suatu pemahaman. Adapun langkah-langkah/sintak pendekatan Collaborative Learning (Hosnan, 2014) yaitu engagement; pembentukan kelompok, exploration; pemberian tugas/ permasalahan, transformation; proses diskusi, presentation; presentasi hasil diskusi, dan reflection; sesi tenya jawab.

Contoh aplikasi pada pembelajaran integrasi antara PBL dan kolaborasi pada materi Sistem Pencernaan adalah sebagai berikut; pertama sebelum memulai proses belajar-mengajar di dalam kelas, siswa secara berkelompok 4 atau 5 anak, diminta untuk mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu, misalnya “junk food”atau makanan sampah. Kemudian siswa diminta mencatat masalah-masalah yang muncul. Kedua tugas guru adalah merangsang siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah melalui diskusi secara kelompok mengarahkan siswa untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan pendapat yang berbeda dari pengertian junk food, macamnya, bahaya yang ditimbulkan dsb. Ketiga memanfaatkan lingkungan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar. Guru memberikan penugasan yang dapat dilakukan di berbagai konteks lingkungan siswa, antara lain di sekolah, keluarga dan masyarakat melalui berbagai literasi dari buku, koran internet atau yang lainnya Keempat, setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penugasan yang diberikan tentang segala sesuatu yang terkait dengan junk food untuk dapat ditanggapi oleh kelompok yang lain dengan arahan guru mapel. Kelima, setiap kelompok bisa menyimpulkan hasil penugasan dan diskusi dalam bentuk laporan tertulis.

Baca juga:  SIAKAD dan Teams untuk Pembelajaran Daring Biologi

Sistem penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek pengetahuan (knowledge), kecakapan (skill), dan sikap (attitude). Penilaian terhadap penguasaan pengetahuan yang mencakup seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhir semester (UAS), ujian tengah semester (UTS), kuis, PR, dokumen, dan laporan. Adapun penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari penguasaan alat bantu pembelajaran, baik software, hardware, maupun kemterhadap sikap dititikberatkan pada penguasaan soft skill, yaitu keaktifan dan partisipasi dalam diskusi, kemampuan bekerjasama dalam tim, dan kehadiran dalam pembelajaran. Bobot penilaian untuk ketiga aspek tersebut ditentukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. (pgn2/ton)

Guru Biologi Madrasah Aliyah Negeri Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya