alexametrics

Bermain Drama Tingkatkan Kepercayaan Diri Siswa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KARAKTER seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Keluarga, masyarakat sekitar, teman, tingkat pendidikan dan lain-lain. Begitu pun siswa. Pembentukan karakter siswa dipengaruhi pula oleh banyak hal.

Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda, karakter positif dan negatif. Karakter positif bersifat membangun setiap pribadi, seperti sifat peduli, jujur, rajin, berani, tanggung jawab, percaya diri. Karakter negatif bersifat merusak kepribadian, antara lain marah, dengki, bohong, malas, takut, dan lain-lain. Salah satu karakter yang perlu mendapat perhatian khusus dari siswa adalah percaya diri.

Kepercayaan diri yang dimiliki siswa adakalanya mengalami masalah. Mereka ingin menunjukkan diri. Bisa tampil unjuk kebolehan tapi mereka lebih besar diliputi rasa takut, malu. Takut penampilan mereka tidak sempurna hingga menimbulkan bahan cibiran atau tertawaan. Malu akan tindakan yang dilakukan berimbas tidak baik terhadap dirinya. Masalah inilah yang perlu mendapat perhatian khusus dari kita selaku pendidik. Bagaimanakah membangun atau meningkatkan kepercayaan diri siswa?

Baca juga:  Google Play Meningkatkan Minat Belajar Siswa

Mengingat pentingnya meningkatkan kepercayaan diri siswa maka perlu melakukan suatu langkah dari kita salah satunya melalui bermain drama. Berbicara tentang drama sangatlah luas dan kompleks.

Pengertian drama menurut Budianta dkk (2002), adalah genre sastra yang menunjukkan penampilan fisik secara lisan setiap percakapan atau dialog antara pemimpin di sana. Sedangkan menurut E.R.Reaske (1966), drama adalah sebuah karya sastra atau sebuah komposisi yang menggambarkan kehidupan dan aktivitas manusia dengan segala penampilan, berbagai tindakan dan dialog antara sekelompok tokoh di dalamnya.

Selain pengertian drama terdapat pula unsur drama yang meliputi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik antara tema, tokoh, alur, karakter, latar, amanat. Unsur ekstrinsik meliputi latar belakang penulis seperti pendidikan, ekonomi, keluarga, lingkungan sosial, agama dan lain-lain.

Pada pembelajaran drama, sebelum bermain peran, siswa-siswi diajarkan tentang teknik bermain drama. Teknik tersebut antara lain olah vokal, olah rasa, olah pikir, dan olah raga. Keempat hal tersebut dilakukan untuk memberikan bekal agar siswa dapat bermain drama secara baik dan totalitas.

Baca juga:  Bermain Drama dengan Teknik Demonstrations-Performance dan VCD

Teknik bermain drama yang pertama adalah olah vokal. Latihan olah vokal diberikan kepada siswa antara lain dengan menyuarakan bunyi vokal a, i, u, e, o secara benar. Ini dapat dilatihkan kepada siswa dengan memperhatikan bentuk mulut ketika mengeluarkan suara vokal.
Kedua, olah rasa. Pada latihan olah rasa siswa diajak untuk mengatur napas. Keluar masuknya udara melalui hidung betul-betul dirasakan. Udara yang masuk kemudian ditahan beberapa detik atau menit kemudian siswa merasakan sensasi tubuh hingga merasakan ketenangan dan kenyamanan.
Ketiga, olah pikir. Dalam latihan olah pikir, siswa memejamkan mata kemudian guru menyampaikan kata-kata atau kalimat, siswa menerjemahkan kata-kata yang disampaikan guru. Terjemahan siswa akan memberikan deskripsi bayangan. Bayangan ini akan memberikan kekuatan berpikir siswa. Dengan membiasakan berpikir maka akan lebih memudahkan siswa dalam menghafal dialog.

Keempat, olah raga. Semua aktifitas hidup dapat dilakukan apabila kita dalam kondisi sehat, termasuk saat bermain drama. Menggerakkan badan dengan ringan, mulai dari kepala, tangan, badan, dan kaki akan membuat tubuh terasa segar sehingga lebih bersemangat melakukan kegiatan.

Baca juga:  Kebijakan Kepala Sekolah dalam Pembelajaran Daring

Usai melalui tahapan tersebut, kemudian siswa mempraktikkan skenario drama yang sudah dipersiapkan. Setelah dipraktikkan pada siswa-siswi kelas VIII, SMP Negeri 1 Patebon, para siswa memiliki semangat dan kepercayaan diri yang meningkat. Siswa yang tadinya malu-malu, takut untuk bersuara alhasil memiliki kepercayaan diri untuk berani bersuara dan berani tampil. Mereka nampak sangat menikmati permainan drama.

Adanya kepercayaan diri yang mengalir pada diri siswa muncul karena adanya penyatuan antara pikiran dan perasaan. Kedua hal ini yang menjadikan siswa untuk bergerak melakukan sesuatu.

Kepercayaan diri harus terus ditingkatkan. Dengan kepercayaan diri inilah para siswa akan lebih mudah dalam menerima pelajaran dan mengembangkan ilmu pengetahuan. (pgn1)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Patebon Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya