alexametrics

Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran Kimia Siswa dengan PBL

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENGALAMAN mengajar kimia di SMK selama belasan tahun, membuat penulis berkesimpulan bahwa daya serap siswa terhadap ilmu kimia masih sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata- rata kelas untuk kimia sering lebih rendah dari Kriteria Ketuntsan Minimal (KKM). Hal ini karena sebagian besar materi kimia merupakan konsep abstrak, sehingga tidak mudah bagi guru membuat siswa memahami konsep tersebut. Apalagi di sekolah belum memiliki fasilitas laboratorium dan media-media pembelajaran, tentunya akan sangat sulit mengajarkan konsep-konsep kimia.

Model pembelajaran yang selama ini digunakan guru, antara lain discovery /inquiry learning dirasakan masih kurang dalam hal perolehan nilai maupun keaktifan peserta didik. Kurangnya antusiasme siswa dalam merespon pertanyaan guru dan kurangnya media yang pas juga menjadi penyebab siswa kurang dalam pemahaman konsep. Pertanyaan yang diajukan guru belum dapat menuntun siswa menemukan konsep yang dipelajari tetapi masih terbatas pada penyelesaian soal-soal yang ada pada buku.

Baca juga:  Perpaduan PJJ, Pembejaran Berbasis Aktivitas di Masa Pandemi

Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses kegiatan interaksi yang melibatkan tiga unsur utama pendidikan, yaitu peserta didik, pendidik dan sumber belajar. Pemahaman ini sesuai dengan pengertian pembelajaran dalam UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Berdasarkan hal tersebut, guru harus dapat mengelola kegiatan pembelajaran dengan memberikan peran aktif peserta didik. Guru juga harus dapat mengoptimalkan sumber belajar dengan melakukan inovasi pembelajaran interaktif.

Penguatan proses pembelajaran dilakukan melalui pendekatan ilmiah, yang mendorong siswa untuk lebih mampu dalam mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi/menalar, dan mengomunikasikan. Model pembelajaran yang memakai pendekatan ilmiah, salah satunya adalah Problem Based Learning (PBL). Penerapan model pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas belajar, sehingga proses belajar berlangsung baik dan hasil belajar meningkat.

Baca juga:  Praktikum Sel Volta dengan Mudah dari Rumah

PBL merupakan sebuah inovasi pendidikan. Berdasarkan definisi dari Wikipedia, ”problem based learning is student-centered instructional strategy in which students colaboratively solve problems and reflect on their experiences”. PBL adalah strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa, yang mengolaborasikan antara pemecahan masalah dan refleksi terhadap suatu pengalaman. Pendapat Barrows, H dan Kelson (dalam Taufiq, 2009) PBL adalah kurikulum dan proses pembelajaran. Rumusan lain dari Dutch (dalam Taufiq, 2009) mengatakan PBL merupakan metode instruksional yang menantang siswa agar belajar untuk belajar, kerja sama dalam kelompok untuk mencari solusi masalah yang nyata. Masalah ini digunakan untuk mengaitkan rasa keingintahuan dan kemampuan analisis siswa.

Model pembelajaran ini telah penulis implementasikan pada kelas X TKR-1 SMKN 5 Semarang, karena kelas ini memiliki potensi kemampuan akademik bagus. Namun cara belajar yang mereka gunakan selama ini masih individual. Dengan PBL diharapkan dapat meningkatkan keaktifan belajar dan interaksi siswa dalam kerja kelompok. Sintak model PBL dari Bransford and Stein (dalam Jamie Kirkley, 2003:3) terdiri atas; a) mengidentifikasi masalah; b) menetapkan masalah; c) mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif-alternatif; d) melakukan tindakan strategis; dan e) mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang dilakukan.

Baca juga:  Pembelajaran Kimia Indikator Asam Basa Berbasis Bahan Alami

Dari pengalaman penulis menerapkan model PBL di kelas, dapat diambil kesimpulan bahwa melalui pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ini, aktivitas pembelajaran dan hasil belajar kognitif peserta didik meningkat. Hal ini tampak dari peningkatan ketuntasan belajar peserta didik. (gml1/ida)

Guru Kimia SMKN 5 Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya