alexametrics

Model Kooperatif TGT Tingkatkan Hasil Belajar IPS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang menyenangkan bagi siswa, karena dari mata pelajaran ini siswa dapat mengenal dunia luas. Namun, kenyataannya pembelajaran IPS sering dianggap sebagai pembelajaran yang membosankan, kurang menantang, monoton, dan tidak bermakna bagi siswa, sehingga tujuan pendidikan IPS tersebut terkadang tidak terealisasikan. Dengan adanya permasalahan yang demikian menjadikan penulis tertantang untuk meningkatkan minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran IPS.

Model pembelajaran teams games tournament (TGT) adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model teams games tournament memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks di samping menumbuhkan tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Model pembelajaran TGT ini penulis terapkan pada kelas 3 MI NU 41 Tambaksari dengan harapan dapat menumbuhkan motivasi dan minat untuk belajar, sehingga hasil belajar dan aktivitas siswa dapat meningkat.

Baca juga:  Serunya Belajar Materi Bilangan dengan Media Quizizz

Adapun langkah – langkah dalam penerapan model pembelajaran TGT terdiri dari lima komponen utama. Pertama, guru membuat kelompok siswa heterogen, setiap kelompok terdiri dari empat anak. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompok dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan optimal pada saat game atau permainan. Kemudian guru memberikan informasi pokok materi dan mekanisme kegiatan. Kedua, siapkan meja turnamen secukupnya, misal sepuluh meja dan tiap meja ditempati empat siswa yang berkemampuan setara, meja satu diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja kesepuluh ditempati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Ketiga, pelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada setiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu tertentu (misal 3 menit) siswa bisa mengerjakan lebih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal siswa pada tiap meja turnamen. Sesuai dengan skor yang diperolehnya diberikan sebutan gelar “super team” jika rata – rata skor di atas 60, “great team” jika rata – rata skor 40 – 50, “good team” apabila rata – rata di bawah 40. Keempat, bumping, pada turnamen kedua begitu juga untuk turnamen ketiga, keempat dan seterusnya dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. Kelima, menghitung skor untuk tiap kelompok asal dan kelompok individual, dan selanjutnya berikan penghargaan kelompok dan individual.

Baca juga:  Efektivitas Pembelajaran Matematika di Masa Pandemi melalui Quantum E-Learning

Melalui pembelajaran model kooperatif TGT, semua siswa kelas 3 MI NU 41 Tambaksari mengenal pentingnya belajar dengan sungguh – sungguh dan menjadikan siswa saling memahami arti pentingnya kebersamaan, serta pentingnya saling menghormati sesama teman baik laki – laki maupun perempuan. Dengan menggunakan model TGT tersebut siswa bahkan gurunya bersemangat dalam mempelajari IPS pada materi kerja sama, sehingga telah mendapatkan peningkatan hasil pembelajaran yang sangat memuaskan. (pgn1/ton)

Guru Kelas 3 MI NU 41 Tambaksari

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya