alexametrics

Belajar Syajaah dengan Petualang lebih Mengasyikkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran akan lebih bermakna dan bermanfaat apabila siswa menggunakan semua alat indra, mulai dari telinga, mata, mulut, bahkan sampai hidung, sekaligus berpikir mengolah informasi, ditambah dengan mengerjakan sesuatu. Demikian pula yang penulis terapkan dalam pembelajaran PAI BP materi Syajaah (Berani Membela Kebenaran). Materi ini bertujuan menumbuhkembangkan akhlak melalui pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik sehingga menjadi manusia yang terus berkembang iman dan takwanya kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu perlu pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.

Agar pembelajaran materi Syajaah lebih efektif, penulis mencoba menerapkan model active learning Petualang (PEserta didik TUlis yang diAlami LANGsung) atau dikenal juga dengan model Writing in Here and Now, merupakan cara untuk merefleksikan pengalaman-pengalaman yang telah dialami secara langsung. Melvin L. Silberman (2007) mengemukakan bahwa “Writing allows students to reflect on experiences they have had”. Menulis dapat membantu kita untuk merefleksikan apa yang telah kita alami. Model menulis pengalaman secara langsung adalah sebuah cara dramatis untuk meningkatkan perenungan secara mandiri dengan meminta siswa menuliskan laporan tindakan kala ini tentang sebuah pengalaman yang mereka miliki.

Baca juga:  Belajar Teks Explanation lewat Poster Exhibition

Model Petualang memiliki langkah-langkah yaitu memilih jenis pengalaman yang ingin ditulis siswa, bisa peristiwa masa lampau atau yang akan datang; menginformasikan tujuan penulisan reflektif, dengan cara mengenangkan atau mengalaminya; siswa diperintahkan untuk memulai awal pengalaman dengan menulis apa yang sedang mereka lakukan dan rasakan sebanyak mungkini; bahas pengalaman mereka dengan membacakan tentang refleksinya; mendiskusikan hasil pengalaman siswa tersebut bersama-sama; terakhir guru melakukan kesimpulan, klarifikasi dan tindak lanjut.

Keunggulan model ini yaitu melatih dan mempertajam daya imajinasi siswa; meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran; bisa digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar; memupuk rasa tanggung jawab dalam segala tugas pekerjaan; meningkatkan kreativitas serta semangat dan kemampuan siswa dalam menulis.

Baca juga:  Mengenal Matematika dengan Alat Peraga

Namun, ada kelemahannya antara lain kesulitan bagi sebagian siswa yang merasa tidak mempunyai pengalaman terkait dengan materi, juga bagi siswa yang memiliki linguistik rendah; seringkali anak-anak menyalin pekerjaan temannya; kurang efisien waktu disebabkan kadang siswa mengulur-ulur pekerjaannya.

Hal terpenting adalah upaya membangun kesan mendalam tentang materi Syajaah, sehingga akan tertanam kuat dalam benak siswa dan dapat mengubah karakter serta perilakunya. Munif Chatib (2009) mengatakan bahwa model pembelajaran terbaik adalah menyampaikan materi kepada siswa dengan melibatkan emosinya. Kondisi emosi siswa yang bergelora pada saat menerima informasi dari proses belajar menyebabkan pengalaman pembelajaran tersebut diserap oleh otak dan masuk ke dalam memori jangka panjang sehingga menjadi pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup.

Baca juga:  Sarana Prasarana Pendukung Teknologi yang Lemah

Model Petualang melibatkan emosi siswa dalam kegiatan belajar-mengajar, sehingga belajar terasa mengasyikkan. Model ini dapat dijadikan sebagai alternatif proses pembelajaran yang mengasyikkan, bervariasi sehingga tidak membosankan siswa. Di samping itu, membantu guru melatih dan mempertajam daya imajinasi siswa, meningkatkan kreativitas, semangat dan kemampuan siswa dalam menulis. Model Petualang tidak hanya berusaha menyentuh aspek kognitif siswa, tetapi juga memaksimalkan aspek afektif dan psikomotorik. (pgn2/ton)

Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA Negeri 1 Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya