alexametrics

Kreativitas dan Inovasi Guru, Hilangkan Kejenuhan Peserta Didik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEBIJAKAN work from home (WFH) ini berlaku untuk guru dan peserta didik. Guru harus mengajar peserta didik di rumah dan peserta didik harus belajar di rumah. Karena itu, guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam memberikan pembelajaran jarak jauh agar minat peserta didik untuk belajar tidak hilang karena jenuh dan bosan di rumah.

Menurut Conny R Semiawan, kreatif dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memberi suatu gagasan baru sebagai pemecahan masalah. Sedangkan inovatif, seperti halnya kreatif. Inovatif merupakan sifat pembaruan atau kreasi baru. Kreasi ini bisa berhubungan dengan pendekatan, metode, atau gagasan.

Dalam kehidupan, biasanya dua kemampuan ini saling berkaitan erat. Seseorang yang kreatif, biasanya inovatif. Bagaimanakah jika kreatif dan inovatif ini dikaitkan dengan pendidikan. Kedua kemampuan sangat berarti dan bermakna dalam dunia pendidikan. Kreativitas dan inovasi yang sudah dimiliki setiap guru diharapkan bisa memberikan peluang bagi peserta didik untuk memilikinya juga. Guru memiliki kesempatan besar untuk mengubah suatu kondisi atau atmosfir pembelajaran yang kurang baik menjadi lebih baik. Kreativitas dan inovasi guru sangat dibutuhkan agar pembelajaran jarak jauh bisa efektif dan diterima oleh peserta didik. Terutama di SMA Negeri 3 Pemalang.

Baca juga:  Pemanfaatan Media Sosial untuk Pembelajaran dari Rumah bagi Siswa SD

Lalu bagaimana menjadi guru yang kreatif dan inovatif pada saat kondisi sekarang ini? Pertama, guru harus piawai dalam penguasaan bahan ajar. Materi pelajaran perlu disiapkan oleh para guru dengan mempertimbangkan karakteristik dan kemampuan peserta didiknya. Selain bahan ajar yang terdapat dalam buku pelajaran, guru perlu melakukan analisis bahan ajar atau materi pelajaran. Dengan begitu, guru akan terdorong untuk belajar dan mengolah materi pelajaran dalam urutan yang logis yang dapat diajarkan (teachable) dan diterima (accessible).

Kedua, guru mampu memilih metode pembelajaran. Kemampuannya untuk memilih metode dan pendekatan yang sesuai dengan topik bahasan sangat penting. Karena dengan sistem pembelajaran daring, perlu menerapkan metode sains-teknologi-masyarakat (STM). Pendekatan STM ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari isu-isu yang beredar dalam masyarakat untuk dipecahkan bersama. Kemudian memperkenalkan dan menyebarluaskan kembali ke masyarakat. Seperti mengangkat isu virus covid-19 yang dikaitkan dengan materi pembelajaran yang disampaikan.

Baca juga:  TPS Alternatif Metode Pembelajaran Materi Hidup Rukun di Sekolah

Ketiga, pemberian tugas yang menyenangkan. Selain pembelajaran, guru dituntut memberikan tugas kepada peserta didik agar materi yang diajarkan terserap dengan baik oleh peserta didik. Dalam sistem pembelajaran mandiri di rumah, kreativitas dan inovasi guru akan membuat peserta didik tidak merasa jenuh.

Tugas yang kreative dan inovatif adalah tugas yang membuat anak merasa senang dan nyaman dalam mengerjakan tugas. Dengan demikian, peserta didik tidak terbebani oleh tugas tugas sekolah. Contoh dalam tugas IPA, roket air dengan cara direkam dan kemudian anak disuruh diunggah di akun media sosial (medsos) seperti facebook, instagram dan youtube. Dengan memberikan narasi pada saat membuat roket air, guru tinggal melihat hasil penugasan melalui medsos.

Baca juga:  Hasil Belajar Bersinar dengan Strategi Example non Example

Dengan demikian, guru dituntut kreatif dan inovatif dalam menyikapi kebijakan work from home. Apalagi, guru memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik generasi muda penerus bangsa agar menjadi tumpuan bangsa Indonesia dimasa datang. (pkl2/ida)
Guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 3 Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya