alexametrics

Kenali Huruf sambil Bermain

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Siswa usia sekolah dasar berada pada tahap pertumbuhan dan perkembangan paling pesat, baik dari segi fisik maupun mental. Selain pertumbuhan dan perkembangan fisik, perkembangan motorik, moral, sosial emosional, kognitif dan juga bahasa berlangsung sangat pesat. Untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan siswa secara optimal dibutuhkan stimulasi yang cukup demi terpenuhinya kebutuhan siswa dengan memberikan pendidikan semenjak dini.

Pengenalan dan pemahaman tulisan dalam bentuk urutan lambang-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna ini sulit bagi siswa kelas I SD. Siswa kelas I SD kemampuan mengingatnya sangat terbatas. Sebab itu proses pengenalan huruf ini sebaiknya diatur. Pada awal pertemuan, tidak terlalu banyak huruf yang dikenalkan. Cukup tiga hingga lima huruf. Tidak berpindah ke huruf lain sebelum huruf yang dikenalkan benar-benar dipahami oleh siswa. Ini penting sebab jika siswa belum memahami kemudian guru menambah dengan huruf lain, maka siswa justru tidak akan bisa memahami apa-apa.

Baca juga:  Mudah Mengubah Puisi Menjadi Prosa dengan 3M

Menikmati kegiatan mengenal huruf adalah salah satu faktor yang dapat memprediksi kesuksesannya di usia sekolah. Bekal yang dibawa saat taman kanak-kanak akan membantu siswa mengenal huruf di masa pertama di bangku sekolah dasar. Sebab, siswa-siswa akan diajarkan banyak membaca saat tahun pertama di SD. Saat itu siswa akan mulai mengenal kata tanpa mengeja dan mengerti makna sebagian besar kata dan kalimat yang dibacanya. Pada pertengahan tahun pertama, ia dapat membaca sendiri buku-buku sederhana.

Belajar huruf memang penting, tetapi perlu ingat, cara kita mengajarkan jauh lebih penting. Sebab tujuannya adalah untuk menumbuhkan siswa sebagai pembelajar abadi yang cinta membaca, bukan seorang siswa yang hanya dapat mengingat tanpa makna. Seperti pengalaman penulis sebagai guru kelas di SDN Sodong 02 yang mengampu kelas I pada kompetensi dasar menguraikan lambang bunyi vokal dan konsonan dalam kata bahasa Indonesia atau bahasa daerah penulis mengajak siswa bermain kartu huruf. Dengan permainan kartu huruf ini mempunyai tujuan pembelajaran melalui bermain kartu huruf, siswa dapat mengidentifikasi dan melafalkan huruf konsonan yang hilang dari nama temannya.

Baca juga:  Pohon Karier Mudahkan Siswa dalam Rencanakan Pekerjaan

Penulis memerlukan media berupa kartu-kartu huruf dari a-z minimal sebanyak 2 set (atau disesuaikan dengan jumlah kelompok yang dibentuk). dan kartu-kartu nama teman dengan huruf yang tidak lengkap (huruf konsonan dihilangkan) dan bisa dikalungkan di leher. Penulis membagikan 2 set kartu huruf pada masing masing kelompok. Penulis membagikan 3 kartu nama yang tidak lengkap hurufnya (kartu nama yang dibagikan sesuai dengan nama anggota kelompok) dan 1 set kartu huruf a-z ke masing-masing kelompok. Aturan permainan yaitu setiap kelompok akan mendapat giliran untuk memberi soal dan menjawab soal dengan cara diundi. Sebagai contoh, kelompok 1 mendapat giliran memberi soal, sedangkan kelompok 2 mendapat giliran menjawab soal. Kelompok 1 maju ke depan kelas. Kelompok 1 mengalungkan kartu nama yang sesuai kepada 3 siswa anggotanya. Kelompok 2 menyebutkan nama pemilik kartu, menebak huruf yang hilang, dan mengangkat kartu huruf sesuai huruf yang hilang dari kartu nama tersebut. Begitu seterusnya sampai semua kelompok mendapat giliran untuk memberi dan menjawab soal.

Baca juga:  Memotivasi Belajar dengan Media Kolam Pancing

Dengan mengajak siswa bermain kartu huruf untuk mengidentifikasi dan melafalkan huruf konsonan yang hilang dari nama temannya terbukti berhasil meningkatkan kompetensi siswa pada kompetensi dasar menguraikan lambang bunyi vokal dan konsonan dalam kata bahasa Indonesia atau bahasa daerah. (pkl2/ton)

Guru Kelas SDN Sodong 02 Kec. Wonotunggal Kab. Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya