alexametrics

Bermain Crossword Puzzle dalam Pembelajaran IPS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran adalah sebuah proses atau cara yang dilakukan agar seseorang melakukan kegiatan belajar. Kegiatan pembelajaran adalah proses yang mengandung hubungan timbal balik antara peserta didik dengan guru. Dalam proses ini guru dan peserta didik melakukan interaksi yang bersifat edukatif. Efektivitas pembelajaran dapat tercapai tergantung kemampuan guru dalam manajemen pembelajaran. Pembelajaran dikatakan efektif jika tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai. Agar pembelajaran menjadi efektif, guru dituntut mampu memilih strategi, metode, dan media yang tepat sesuai bahan yang akan disampaikan.

Di berbagai jenjang pendidikan guru dituntut untuk bisa mengemas pembelajaran dengan strategi-strategi pembelajaran aktif. Pembelajaran aktif terbukti meningkatkan keaktifan peserta didik dalam mengikuti pelajaran.
Salah satu strategi yang bisa dicoba adalah pembelajaran dengan model teka-teki silang atau crossword puzzle. Menurut Zaini dalam Arifin dkk (2008:71), “Teka-teki dapat digunakan sebagai suatu pembelajaran yang baik dan menyenangkan tanpa kehilangan esensi belajar yang sedang berlangsung, bahkan pembelajaran dengan ini dapat melibatkan partisipasi peserta didik secara aktif sejak dini.”

Baca juga:  Flipped Classroom sebagai Alternatif Pembelajaran IPS pada PTM Terbatas

Dalam bahasa Indonesia, teka-teki silang (TTS) atau bahasa lainnya crossword puzzle merupakan permainan dengan template yang berbentuk segi empat. Terdiri kotak-kotak yang berwana hitam putih dilengkapi 2 lajur. Mendatar (kumpulan kotak yang berbentuk satu baris dan beberapa kolom) dan menurun (kumpulan kotak satu kolom dan beberapa baris) (Rinaldi Munir, 2005) (http://www.cse.ohio.html).

Karena bertujuan untuk dijadikan media belajar peserta didik, maka kita harus menentukan tema pertanyaan teka teki silang dengan satu konsep mata pelajaran tertentu. Dengan menggunakan teka teki silang ini diharapkan para peserta didik bisa lebih bersemangat untuk mempelajari materi serta termotivasi untuk turut serta aktif dalam aktivitas belajar di sekolah.
Dalam pembelajaran teka-teki silang peserta didik disuruh mengisi ruang-ruang kosong yang berbentuk kotak dengan hurf-huruf sehingga membentuk sebuah kata yang sesuai dengan petunjuk.

Baca juga:  Kreativitas Kepala SD Gerakkan Potensi Sekolah di Tengah Pandemi

Langkah–langkah pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran crossword puzzle atau teka-teki silang yakni langkah pertama mencurahkan gagasan (brainstorming) beberapa istilah atau nama-nama kunci yang berkaitan dengan pelajaran studi yang telah anda selesaikan. Kedua, ssunlah teka-teki silang sederhana, yang mencakup item-item sebanyak yang anda dapat.

Ketiga, bagikan teka-teki kepada peserta didik dengan berkelompok atau individu. Keempat, masukkan kata yang bersesuaian dengan panjang kotak yang tersedia secara berkesinambungan sampai seluruh kotak terisi penuh. Kelima, aturan pengisian kata-kata tersebut berhubungan dengan penyamaan jumlah karakter pada pengisian kata-kata kedalam kotak teka-teki. Keenam, isilah teka-teki tersebut secara mendatar ataupun menurun. Ketujuh, tentukan batasan waktu, dan beri hadiah kepada individu atau kelompok yang mengerjakan paling cepat dan benar.

Baca juga:  Website sebagai Pusat Informasi di SMPN 2 Secang

Keunggulan media ini, lebih simpel untuk diajarkan. Selain itu dapat melatih ketelitian atau kejelian peserta didik dalam menjawab pertanyaan dan mengasah otak. Sedangkan kelemahannya, setiap jawaban teka-teki silang hurufnya ada yang berkesinambungan. Jadi peserta didik merasa bingung apabila tidak bisa menjawab salah satu soal. Dan itu akan berpengaruh pada jawaban yang hurufnya berkaitan dengan soal yang tidak bisa dijawab peserta didik.

Untuk mengurangi kelemahan dalam metode pembelajaran ini dengan pemberian bonus huruf pada kotak jawaban baik yang mendatar maupun yang menurun.
Anak-anak dapat mengisi teka-teki silang dengan materi pelajaran. Hal ini menguntungkan guru karena bisa menumbuhkan keaktifan belajar peserta didik, bermain sekaligus belajar. (pkl2/lis)

Guru IPS SMPN 3 Wonokerto, Wonokerto, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya