alexametrics

Kembangkan Pembelajaran Kebugaran Jasmani dengan Pendekatan Bermain

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEBUGARAN jasmani merupakan salah satu materi penting dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Sebab, kebugaran jasmani turut meningkatkan kebugaran pada tubuh siswa. Namun, sesuai dengan karakteristik siswa SMP yang usianya antara 12-16 tahun, cenderung masih suka bermain. Untuk itu, guru harus mampu mengembangkan pembelajaran yang efektif, disamping harus memahami dan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan siswa.

Pada masa usia tersebut juga, seluruh aspek perkembangan manusia baik itu kognitif, psikomotorik dan afektif mengalami perubahan. Perubahan yang paling mencolok adalah pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikologis. Agar standar kompetensi pembelajaran pendidikan jasmani dapat terlaksana sesuai dengan pedoman, maksud dan juga tujuan sebagaimana yang ada dalam kurikulum 13, maka guru PJOK harus mampu membuat pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Untuk itu perlu adanya pendekatan, variasi maupun modifikasi.

Menurut Sadoso (1989:9), kesegaran jasmani adalah keadaan atau kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas atau tugas-tugasnya sehari-hari dengan mudah tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keadaan-keadaan mendadak. Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap, mental, emosional, spritual dan sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat.

Baca juga:  Belajar Intepretasi Citra Penginderaan Jauh dengan Aplikasi SASPlanet.exe

Pendidikan jasmani memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis, terarah dan terencana. Pembekalan pengalaman belajar ini diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat sesuai dengan kurikulum 2013. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifkan penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kebugaran jasmani seseorang. Salah satunya yaitu melalui aktivitas jasmani. Dengan demikian, pendidikan jasmani dapat digunakan sebagai bentuk kegiatan siswa dalam upaya menjaga dan meningkatkan kebugaran jasmani. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani, sangat diperlukan adanya model dan variasi pelajaran.

Baca juga:  Peranan Media Sosial dalam Proses Belajar Siswa

Untuk itu pengajar sebaiknya membuat model ataupun memodifikasi pembelajaran. Salah satunya adalah model pembelajaran dengan pendekatan bermain agar siswa merasa senang dan tidak jenuh dalam mengikuti pembelajaran. Dengan pendekatan bermain, meningkatkan kesegaran jasmani siswa dalam pembelajaran. Bahkan, siswa lebih termotivasi karena mereka dapat belajar sambil bermain.

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang diberikan kepada guru PJOK dan siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Semarang, diharapkan siswa dapat memahami konsep pembelajaran kebugaran jasmani sehingga siswa senang, tidak mudah jenuh dalam mengikuti pembelajaran. Karena itu diperlukan model pembelajaran yang variatif, agar siswa termotivasi. Yakni dengan memberikan metode bermain.

Model pembelajaran dengan pendekatan bermain erat kaitannya dengan perkembangan imajinasi perilaku yang sedang bermain. Melalui daya imajinasi, maka permainan yang akan berlangsung akan jauh meriah. Oleh karena itu, sebelum melakukan kegiatan, guru pendidikan jasmani sebaiknya memberikan penjelasan terlebih dahulu kepada siswanya.

Baca juga:  Teori Konstruktivisme untuk Pembelajaran Kritis Konflik Sosial

Model pembelajaran sambil bermain ini merupakan salah satu metode yang tepat. Dimana keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dilakukan sambil bermain. Namun mereka sudah melaksanakan pembelajaran jasmani sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh. Hal ini sangat bagus untuk melatih kemampuan kognitif, psikomotor dan afektif siswa.

Model pembelajaran dengan pendekatan bermain adalah sebagai variabel terikat (dependent variable). Model pembelajaran dengan pendekatan bermain adalah salah satu bentuk pembelajaran jasmani yang dapat diberikan di segala jenjang pendidikan dan harus dipertimbangkan faktor usia, perkembangan fisik dan jenjang pendidikan.

Untuk itu, penulis berkesimpulan bahwa model pembelajaran dengan pendekatan bermain dapat diterapkan dalam pendidikan jasmani untuk semua jenjang pendidikan agar tingkat kebugaran jasmani siswa dapat lebih ditingkatkan. (gml2/ida)

Guru PJOK SMP Negeri 28 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya