alexametrics

Bersemangat menjadi Warcil pada Materi Ekonomi Agrikultur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN berbasis lingkungan bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru melainkan sudah dikenal dan populer. Hanya saja kadang sering terlupakan. Pembelajaran berbasis lingkungan merupakan suatu strategi pembelajaran yang menggunakan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar dan sarana belajar. Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah yang berupa lahan pertanian saya ingin menggunakannya sebagai sarana untuk melatih siswa untuk menjadi berani melakukan wawancara dengan para petani.

Salah satu permasalahan saat pembelajaran di kelas adalah siswa kurang berani berbicara, bertanya, mengemukakan pendapat pada saat pembelajaran di kelas. Khususnya pada pembelajaran IPS yang syarat akan muatan materi. Entah karena malu, takut ditertawakan teman, tidak percaya diri bahkan tidak punya antusiasme pada pembelajaran. Pada saat diskusi kelas yang sudah dilaksanakan pada materi-materi sebelumnya memiliki masalah yang sama, guru masih harus memberikan motivasi supaya anak-anak dapat berinteraksi antarteman saat diskusi. Untuk itu, penulis ingin mengunakan metode yang membuat siswa berani berbicara dengan metode wawancara dalam kelompk kecil. Belajar menjadi warcil (wartawan cilik) dengan materi yang saya pilih adalah tentang ekonomi agrikultur pada siswa kelas 8. Yang menjadi objek adalah para petani yang sedang mengerjakan lahan pertanian mereka. Kenapa saya pilih itu? Hal ini disebabkan lingkungan sekitar sekolah SMPN 2 Brangsong yang memang dikelilingi lahan pertanian yang beraneka ragam seperti pertanian sawah, sayuran, jagung, tembakau, bengkuang, umbi-umbian dan semangka.

Baca juga:  Flipped Method dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Masa Pandemi Covid-19

Sebelum terjun langsung menjadi wartawan cilik, guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok berdasarkan kesamaan wilayah. Kemudian tentunya siswa harus merumuskan beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan pada para petani. Melalui diskusi dengan kelompoknya masing-masing, mereka merumuskan beberapa pertanyaan seperti berapa luas lahan pertaniannya, bagaimana kesuburan tanahnya, jenis tanamannya apa saja, berapa ton hasil panennya, cukupkah untuk memenuhi kebutuhan hidup para petani, dll. Setelah rumusan pertanyaan jadi, sebaiknya dikonsultasikan dengan guru dan dipresentasikan di depan kelas. Setelah itu in action, terjun ke lapangan melakukan wawancara dengan petani secara kelompok, 2 siswa sebagai pewawancara, satu siswa mencatat dan satu siswa yang lain melakukan dokumentasi. Kemudian hasil wawancara disajikan dalam bentuk laporan disertai dengan dokumentasi.

Baca juga:  Belajar IoT Lewat Smart Dustbin

Guru mengamati aktivitas siswa pada saat melakukan wawancara, sebagian siswa pada awalnya belum percaya diri, tetapi dengan semangat teman-teman yang lain lambat laun mereka berani maju dan melakukan wawancara dengan bapak-bapak maupun ibu-ibu petani. Luwes juga pada akhirnya mereka bergaul dengan para petani. Bahkan mereka mengajukan beberapa pertanyaan di luar rumusan pertanyaan mereka berarti mereka semakin berani dan percaya diri melakukan wawancara, latihan menjadi wartawan cilik. Sebagian dari mereka ada yang membantu kegiatan bapak ibu petani seperti memilah benih, menanam, menyirami, menyiangi rumput dan memanen sayuran sesuai aktifitas petani yang sedang diwawancarai.

Hasil wawancara disajikan dalam bentuk laporan disertai dengan beberapa dokumentasi untuk membuktikan mereka terlibat dalam kegiatan ekonomi agrikultur. Dalam membuat laporan siswa-siswa masih terlihat antusiasme dan bersemangat sekali pada materi agrikultur yang dipelajari dan mereka mampu menyelesaikan tugas sesuai muatan materi agrikultur dan sesuai dengan waktu yang ditargetkan. Semua ikut aktif dalam proses pembuatan laporan. Hal ini berbeda dengan penggunaan metode ceramah yang cenderung membuat siswa kurang antusias dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru.

Baca juga:  Mantapkan Belajar Proklamasi dengan Metode Outside Circle

Melalui metode menjadi wartawan cilik pada materi IPS terpadu kelas 8 tentang ekonomi agrikultur dapat menjadi variasi atau alternatif dalam pembelajaran untuk membangkitkan semangat dan antusiasme dalam belajar serta meningkatkan hasil belajar pada siswa. (ikd2/ida)

Guru IPS SMPN 2 Brangsong Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya