alexametrics

Tingkatkan Keterampilan Bertanya dengan Everyone Is A Teacher Here

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, ADA banyak keterampilan yang harus dimiliki oleh pendidik, di antaranya kemampuan mengajar dan keterampilan bertanya. Kemampuan mengajar tentunya harus lebih kreatif dan selalu memiliki inovasi dalam pembelajaran agar pengajaran menarik dan menantang bagi siswa. Sedangkan keterampilan bertanya seorang guru, mampu menumbuhkan motivasi peserta didik untuk aktif bertanya agar tumbuh daya kritis, kreatif dan komunikatif. Pada kegiatan pembelajaran, pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari guru maupun dari siswa sangatlah penting. Dengan bertanya, akan membuka informasi baru dan dapat meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi pelajaran.

Faktanya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP) di SMPN 4 Cepiring, penulis masih sering menjumpai siswa yang kurang antusias mengikuti pembelajaran. Hal itu ditandai dengan kurang aktifnya siswa bertanya. Kalaupun ada siswa yang mengemukakan pertanyaan sederhana, langsung ditertawakan siswa lain seakan-akan siswa itu yang bodoh. Akibatnya, kelas menjadi sepi dari pertanyaan siswa.

Baca juga:  Visualisasi Pembelajaran BTIK melalui Media Video

Tentu saja untuk mengatasi hal ini, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran menumbuhkan keterampilan bertanya siswa. Adalah dengan Everyone Is A Teacher Here. Istilah ini berasal dari bahasa Inggris yang berarti setiap orang adalah guru. Strategi ini memberikan kesempatan pada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai pengajar terhadap peserta didik lain. (Ramayulis, Jakarta:Kalam Mulia, 2005, hal 112). Dalam proses belajar tidak harus berasal dari guru, siswa bisa saling mengajar siswa lainnya. Strategi ini merupakan strategi yang mudah guna memperoleh partisipasi kelas dan tanggung jawab individu.

Strategi Every One Is A Teacher Here ini diterapkan pada pembelajaran PAI dan BP di SMPN 4 Cepiring ini. Yakni, pada materi sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW periode Makkah dan Madinah, sejarah Khulafaurrasyidin maupun sejarah penyebaran Islam para Wali Songo di Jawa.

Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan strategi Every One Is A Teacher Here sebagai berikut, pertama, bagikan kartu indeks (kertas) kepada tiap siswa dan perintah siswa untuk menuliskan pertanyaan tentang materi belajar yang sedang dipelajari. Kedua, kumpulkan kartu atau kertas tersebut, kemudian diaduk dan bagikan kembali kepada setiap siswa. Dengan catatan kertas yang diterima bukan miliknya. Perintahkan siswa membaca pertanyaan pada kartu yang mereka terima dan pikirkan jawabannya. Ketiga, tunjuklah beberapa siswa untuk membacakan kartu yang mereka dapatkan dan memberikan jawabannya. Keempat, setelah memberikan jawaban, perintahkan siswa lain untuk memberi tambahan atas apa yang dikemukakan oleh siswa yang membacakan kartunya itu (Ahmad Sabri, Jakarta: PT Ciputat Press, 2005, hal.136-137).

Baca juga:  Pengalaman Pembelajaran Jarak Jauh pada pelajaran PKWU

Pembelajaran dengan strategi Every One Is A Teacher Here sangat tepat, karena mampu menumbuhkan keterampilan bertanya peserta didik. Kebanyakan peserta didik, walaupun memiliki ide dan gagasan tentang materi yang diajarkan oleh guru atau belum paham tentang apa yang diajarkan, mereka malu dan takut bertanya atau mengungkapkan gagasannya. Namun demikian, melalui strategi Every One Is A Teacher Here mereka secara otomatis menuangkan gagasan dan pertanyaannya secara tertulis. Kemudian membacakan pertanyaan serta mempresentasikan jawabannya. Selain itu, materi yang dibahas mudah dimengerti secara sempurna baik materi sejarah (tarikh) maupun materi PAI yang berbentuk konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam agama Islam dan pembinaan sikap beragama sesuai Alquran dan Hadits.

Baca juga:  Tingkatkan Speaking Siswa melalui Story Retelling

Strategi Every One Is A Teacher Here mempunyai beberapa kelebihan di antaranya, pertama, pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun siswa sedang ribut dan yang mengantuk kembali segar. Kedua, merangsang siswa untuk berlatih dan mengembangkan daya pikir, termasuk daya ingatnya. Ketiga, mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat. Sedangkan kekurangannya, memerlukan banyak waktu sehingga guru harus bisa mengaturnya dengan baik. Selain itu, peserta didik tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan mudah dipahami peserta didik lainnya. (pgn2/ida)

Guru PAI dan BP SMPN 4 Cepiring Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya