alexametrics

Matematika Menarik dan Interaktif dengan Discovery Learning

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KESENJANGAN antara harapan guru terhadap hasil belajar siswa dengan kenyataannya seringkali menimbulkan permasalahan dalam dunia pendidikan. Guru harus selalu melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang dilakukannya agar proses pembelajaran menjadi semakin baik dan hasil belajar siswa meningkat.

Banyak siswa berpendapat bahwa pembelajaran matematika kurang menarik, materinya sulit dipahami. Sementara itu, keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar pada pembelajaran matematika dapat diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Keberhasilan itu dapat dilihat dari tingkat pemahaman, penguasaan materi serta prestasi belajar matematika siswa.Semakin tinggi pemahaman dan penguasaan materi serta prestasi belajar maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan pembelajaran.

Hal ini mengindikasikan bahwa perlunya pembelajaran yang dapat mengaktifkan dan mengembangkan kegiatan siswa dalam dan memecahkan masalah matematis untuk meningkatkan hasil belajar matematika dalam berbagai model. Menurut Djamarah dan Zain (2002:141) keberhasilan proses belajar dipengaruhi oleh model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam aktivitas belajar. Uzer Usman (2005:9) mengatakan proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal.

Baca juga:  Belanja Kompetensi Aktifkan Pembelajaran PPKn

Untuk mengatasi permasalahan-permasahan diatas, maka diperlukan model pembelajaran yang dapat memusatkan perhatian siswa sehingga dapat mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa terutama dalam mata pelajaran matematika selain itu juga agar tercipta proses pembelajaran yang menarik dan interaktif. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakn model Discovery Learning. Model Discovery Learning dianggap cocok untuk diterapkan karena dalam proses pembelajarannya dapat mengubah kegiatan belajar mengajar yang teacher centered learning (berorientasi pada guru) menjadi student centered learning (berorientasi pada siswa).

Dalam Discovery Learning bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir, peserta didik dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mengorganisasika bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan. Berdasarkan hal tersebut, penggunaan model Discovery Learning dalam proses pembelajaran dikelas akan dapat merubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif, karena dalam proses pembelajarannya siswa diberikan kebebasan untuk menemukan sendiri permasalahan yang sebelumya sudah direkayasa oleh guru sehingga kegiatan pembelajaran tersebut akan lebih melekat dan mudah diingat siswa.

Baca juga:  Membatasi dan Melindungi Siswa dari Konten Negatif

Discovery Learning diberikan tambahan bantuan penggunaan alat peraga sederhana. alat peraga sederhana yaitu semua bentuk alat bantu yang dapat dipergunakan dalam proses pembelajaran untuk mempermudah siswa memahami materi pembelajaran yang terbuat dari benda-benda atau bahan-bahan yang sederhana dan mudah didapatkan sehingga tidak memerlukan biaya yang banyak.
Penerapan model Discovery Learning berbantuan alat peraga sederhana memberikan dampak positif pada aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Made (2014) yang menyatakan bahwa model Discovery Learning dapat meningkatkan minat siswa sehingga proses pembelajaran berjalan secara lebih menarik.

Model Discovery Learning menuntut siswa untuk terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran karena materi tidak diberikan begitu saja. Dengan demikian model Discovery Learning berbantuan alat peraga sederhana merupakan salah satu cara untuk membuat siswa memahami suatu konsep matematika dengan adanya rasa ingin tahu siswa untuk menemukan sendiri konsep matematika melalui percobaan dan pengamatan dengan mengunakan alat peraga sederhana. Penggunaan model ini pun dapat diterapkan oleh guru matematika yang lain dalam proses pembelajarannya sehingga tujuan pembelajaran matematika dapat tercapai secara lebih optimal karena siswa memiliki motivasi inggi dalam pembelajaran. (pgn1/zal)

Baca juga:  Mencermati Kesulitan Siswa dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Guru SMAN 2 Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya