alexametrics

Atasi Kesulitan Belajar Siswa dengan Layanan Konseling Kelompok

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, AKTIVITAS belajar setiap siswa tidak selamanya dapat berlangsung dengan baik tanpa masalah. Siswa kadang bisa belajar dengan lancar, kadang tidak. Termasuk dalam hal konsentrasi menghadapi pelajaran, kadang belajar dengan penuh semangat, namun seringkali siswa malas belajar. Kesulitan belajar tersebut apabila dibiarkan tanpa solusi, dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi untuk membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar, agar memperoleh hasil yang memuaskan.

Penyebab kesulitan belajar peserta didik, bisa karena faktor internal dan faktor eksternal. Peserta didik seringkali tidak menyadari betapa pentingnya pemecahan masalah kesulitan belajar yang dihadapinya, karena menganggap enteng atau tidak penting. Disinilah peran penting guru Bimbingan Konseling (BK) untuk membantu siswa yang mengalami masalah belajar. Guru BK dapat ikut aktif membantu mengatasi masalah ini dengan menerapkan jenis layanan konseling yang tepat bagi peserta didiknya.

Baca juga:  Pentingnya Pengolahan Buah dan Sayur sebagai Minuman Kesehatan

Dalam bimbingan dan konseling terdapat berbagai jenis layanan untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi siswa. Salah satu layanannya adalah layanan Konseling Kelompok. Dalam layanan ini, guru mengajak siswa untuk saling mengeluarkan pendapatnya. Siswa diajak secara berkelompok mencari pemecahan masalah kesulitan belajar yang dihadapinya dengan saling memberikan bantuan atau solusi dari teman-teman kelompoknya dengan tetap dipandu oleh guru BK.

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam layanan Konseling Kelompok ini. Guru dapat membentuk kelompok yang biasanya terdiri atas 7-10 siswa secara acak dalam satu kelas. Dalam kelompok yang sudah dibentuk ini, diberikan berbagai usulan untuk dipecahkan secara berkelompok. Siswa secara bergantian mengemukakan masalah–masalah belajar yang dialaminya. Masalah yang telah disepakati, kemudian diangkat sebagai tema dalam kelompok tersebut. Yakni, tema “Kesulitan Belajar”. Tema tersebut paling pas dengan kondisi siswa dalam belajar.

Baca juga:  Mudah Pahami Belajar PAIBP melalui Model PAIKEMI

Hal terpenting bahwa anggota kelompok harus saling berjanji untuk memegang rahasia dalam layanan Konseling Kelompok ini. Asas kerahasiaan ini dianggap sangat penting agar siswa yang sedang bermasalah tidak perlu ragu untuk menyampaikan permasalahannya dalam layanan konseling tersebut. Setelah anggota kelompok saling bergantian mengungkapkan masalah belajarnya, selanjutnya akan diperoleh gambaran sementara penyebab kesulitan belajar.

Langkah selanjutnya adalah penyampaian solusi dari anggota kelompok. Caranya, semua anggota kelompok memberikan jalan keluar dalam mengatasi kesulitan belajarnya sesuai yang mereka hadapi. Dengan layanan Konseling Kelompok ini, semua anggota kelompok saling membantu dalam pemecahan masalah dengan cara menyampaikan pendapat, gagasan yang bersifat pemecahan masalah.
Di saat berlangsung layanan konseling ini, bisa diselingi dengan permainan ataupun gerakan yang menambah semangat peserta didik agar tidak merasa jenuh dan lebih bersemangat. Layanan ini dipandang tepat untuk membantu masalah siswa, karena bantuan dari teman dalam kelompok jauh lebih tepat bagi siswa dan lebih efektif.

Baca juga:  Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu NKRI

Layanan Konseling Kelompok dapat membantu masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik dengan lebih tepat sasaran. Sebab, siswa merasa dilibatkan dengan memberikan gagasan secara langsung pada teman yang sedang menghadapi masalah dalam belajarnya. Bahkan, layanan ini juga dapat meningkatkan keberanian dan kemampuan peserta didik dalam mengemukakan ide, gagasan serta uneg-uneg di hadapan teman kelompoknya.

Dengan melakukan berbagai layanan, seorang guru BK dapat memilih jenis layanan yang paling tepat diterapkan dalam membantu penyelesaian masalah yang dihadapi siswanya. Semakin banyak siswa yang terlibat dalam berbagai layanan yang diberikan, siswa merasa tidak takut terhadap guru BK apabila sedang menghadapi masalah. (pkn1/ida)

Guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Cepiring Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya