alexametrics

Pendidikan Pramuka Dulu dan Sekarang di Sekolah Dasar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sekolah dasar merupakan dasar pendidikan yang sangat penting bagi siswa untuk mengawali pendidikan dari semua aspek pendidikan. Maka pemerintah mewajibkan wajib belajar 9 tahun. Yaitu sekolah dasar (SD) 6 tahun dan 3 tahun di SLTP. Jadi kewajiban belajar adalah 6 tahun di sekolah dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan 3 tahun di tingkat SLTP baik di SMP maupun di Madrasah Tsanawiyah.

Pendidikan Pramuka dulu merupakan kewajiban bagi sekolah dasar. Kegiatan Pramuka yang menarik menyenangkan. Setiap sekolah jika ingin kegiatan Pramuka baik pesta siaga maupun perkemahan, semua guru, siswa, karyawan fokus dalam kegiatan tersebut.

Para pembina meningkatkan latihan dalam kepramukaan sehingga peserta didik sangat semangat sekali untuk berlatih Pramuka.
Saking semangatnya peserta didik tiga puluh menit sudah datang untuk berlatih kepramukaan baik di sekolah maupun di tanah lapang. Karena ingin meraih ilmu kepramukaan baik ilmu pengetahuan, keterampilan juga ilmu religius atau karakter yang dikemas dalam berlatih belajar sambil bermain.

Baca juga:  Belajar Servis Bawah Bola Voli Jadi Menarik dengan Metode Bermain

Pramuka dulu kegiatan yang sangat disenangi dan didukung semua pihak. Karena manfaatnya sangat baik. Sekolah juga bersemangat untuk melaksanakan kegiatan ektrakurikuler Pramuka. Kepala sekolah serta karyawan sangat aktif terhadap kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Pramuka dapat memajukan sekolah dalam bidang pengetahuan, karakter siswa, keterampilan dan ketangkasan siswa.

Saat ini di setiap pendidikan pada satuan pendidikan baik melaksanakan kegiatan pendidikan kepramukaan. Namun seperti ada keterpaksaan untuk melaksanakannya karena ada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Sekarang ekstrakurikuler wajib adalah kepramukaan. Setiap sekolah harus melaksanakan kegiatan esktrakurikuler Pramuka. Kegiatan ekstrakulikuler di setiap jenjang pendidikan Pramuka kususnya di tingkat sekolah dasar agak dipaksakan. Sehingga Pramuka dilaksanakan hanya pada saat menjelang lomba atau kegiatan perkemahan saja.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Lompat Jauh dengan Latihan Speed of Movement

Latihan Pramuka dilaksanakan akan menjelang kegiatan lomba dan perkemahan saja. Peserta didik juga merasa dipaksakan untuk berlatih kalau menjelang lomba atau perkemahan. Semua aktifitas belajar mengajar seakan dihentikan semua dari kelas satu sampai kelas enam.

Semua aktifitas kegiatan berfokus pada kegiataan lomba siaga atau perkemahan. Ini merupakan akibat dari kegiatan setiap minggu berlatih Pramuka tidak dilaksanakan dengan teratur dan rutin. Ini mengibatkan semua aktifitas kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa berhenti semua. Dari akibat ini juga banyak siswa yang tidak terpilih untuk mengikuti lomba siaga atau mengikuti kemah. Semua protes, tidak diikutkan untuk lomba atau berkemah. Ini merupakan kesalahan yang sangat besar karena pemilihan calon yang ikut lomba tidak diseleksi dan diukur dengan kepandaian, keterampilan dalam pendidikan kepramukaan. Sehingga menimbulkan ketidakharmonisan di pangkalan tersebut. Akibatnya banyak para peserta didik yang protes mengapa dia tidak diikutkan lomba atau berkemah.

Baca juga:  Belajar Cerpen Asyik dengan Quizizz di Tengah Pandemi Covid-19

Kegiatan Pramuka di setiap pangkalan sangat kurang maju. Kurang disenangi peserta didik karena tidak ada kemanfaatan Pramuka. Pramuka tidak dirasakan penting sekali sehingga siswa tidak berlatih Pramuka dibiarkan saja. Jadi Pramuka dulu dianggap penting dan didukung semua pihak karena merasakan banyak mnafaat Pramuka. Kini Pramuka kurang mendapat dukungan meskipun sudah ada UU RI Nomor 12 tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka. (pgn2/lis)

Guru SDN 2 Sojomerto, Gemuh, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya